Tekwan Andil Inflasi 0,014 %

0
238
Pedagang Tekwan di Palembang

Kenaikan Rata-rata harga 2,60 %

RADAR PALEMBANG – Perkembangan harga berbagai komoditas melalui Survei Harga Konsumen di Kota Palembang pada bulan Juli 2020 secara umum menunjukkan adanya penurunan indeks harga konsumen, kelompok yang dominan menyumbang andil deflasi bulan Juli 2020 kota Palembang, yaitu Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kota Palembang, pada bulan Juli 2020 mengalami deflasi sebesar 0,28 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) 103,94 pada bulan Juli 2020 dibandingkan periode sebelumnya bulan Juni 2020, yaitu 104,23.

Sehingga Inflasi Kumulatif sampai bulan Juli (Tahun Kalender 2020), menjadi sebesar 0,84 persen. Sementara Inflasi Tahunan atau Year on Year (Juli 2020 terhadap Juli 2019) sebesar 0,98 persen.

Kepala BPS Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih, Senin (3/8) mengatakan Kota Palembang pada bulan Juli 2020 mengalami deflasi sebesar 0,28 persen, Inflasi Kumulatif (Inflasi Tahun Kalender Juli 2020,read) menjadi sebesar 0,84 persen. Sementara Inflasi Tahunan atau Year on Year (Juli 2020 terhadap Juli 2019,read) sebesar 0,98 persen.

Inflasi Kota Palembang bulan Juli 2020 berdasarkan kelompok pengeluaran, ada menarik, dimana Kelompok Pendidikan mulai menyumbang tingkat inflasi. Pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, mengalami deflasi sebesar 1,66 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar -0,49 persen.

Komoditas dominan menyebabkan terjadinya deflasi pada kelompok ini, adalah daging ayam ras turun harganya rata-rata sebesar 11,23 persen menyumbang andil inflasi sebesar -0,211 persen, bawang merah mengalami penurunan rata-rata harga sebesar 25,44 persen menyumbang andil inflasi sebesar -0,188 persen, jeruk turun harganya rata-rata sebesar 14,31 persen menyumbang andil inflasi umum sebesar -0,076 persen, gula pasir mengalami penurunan rata-rata harga sebesar 6,11 persen menyumbang andil inflasi umum sebesar -0,039 persen.

Lalu, kata Endang, Kelompok Pakaian dan Alas Kaki, pada bulan Juli 2020 ini mengalami inflasi sebesar 0,01 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,00 persen. Komoditas yang menyebabkan inflasi pada kelompok ini, yaitu sepatu pria namun tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap deflasi bulan Juli 2020 kota Palembang.

Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga, pada bulan Juli 2020 ini tidak mengalami perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK). “Perubahan harga beberapa komoditas pada kelompok ini, tidak menyebabkan perubahan indeks harga konsumen, sehingga tidak berpengaruh terhadap deflasi bulan Juli 2020 Kota Palembang,”jelas dia.

Kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga, mengalami inflasi sebesar 0,25 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,01 persen. Komoditas yang menyebabkan inflasi pada kelompok ini, yaitu sabun detergen bubuk/cair naik harganya rata-rata sebesar 0,65 persen menyumbang andil inflasi sebesar 0,003 persen, blender naik harganya rata-rata sebesar 5,27 persen, lemari pakaian naik harganya rata-rata sebesar 0,93 persen dan pembersih lantai mengalami kenaikan rata-rata harga sebesar 1,09 persen, masing-masing menyubang andil inflasi sebesar 0,002 persen.

Kelompok Kesehatan, mengalami inflasi sebesar 0,28 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,01 persen. Komoditas yang menyebabkan inflasi bulan Juli 2020 pada kelompok ini, adalah obat dengan resep naik harganya rata-rata sebesar 0,83 persen menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,005 persen, dan obat batuk naik harganya rata-rata sebesar 2,19 persen menyumbang andil inflasi.

Kelompok Transportasi, mengalami inflasi sebesar 0,51 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,05 persen. Kelompok ini mengalami inflasi disebabkan naiknya tarif angkutan antar kota rata-rata sebesar 11,51 persen menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,035 persen dan tarif angkutan udara rata-rata sebesar 3,46 persen menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,021 persen. Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan, pada bulan Juli 2020 tidak mengalami perubahan indeks harga.

Lalu, Kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya, pada bulan Juli 2020 ini mengalami deflasi sebesar 0,04 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,00 persen. Perubahan harga komoditas pada kelompok ini, tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap deflasi bulan Juli 2020 kota Palembang.

“Kelompok Pendidikan, pada bulan Juli 2020 ini mengalami inflasi sebesar 1,01 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,06 persen. Kelompok ini mengalami inflasi disebabkan naiknya biaya sekolah dasar rata-rata sebesar 3,77 persen menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,029 persen, sekolah menengah atas rata-rata sebesar 1,15 persen menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,014 persen, sekolah menengah pertama rata-rata sebesar 1,16 persen menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,006 persen,”jelas dia.

Kelompok lainnya penyumbang andil inflasi, yakni Penyediaan Makanan, Minuman/Restoran, terjadi inflasi sebesar 0,49 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,04 persen.

“Komoditas yang menyebabkan inflasi pada kelompok ini, yaitu mie naik harganya rata-rata sebesar 3,79 persen menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,017 persen, tekwan/model mengalami kenaikan rata-rata harga sebesar 2,60 persen memberikan andil inflasi sebesar 0,014 persen, dan nasi dengan lauk mengalami kenaikan rata-rata harga sebesar 0,99 persen memberikan andil inflasi sebesar 0,011 persen,”jelas dia.

Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya, mengalami inflasi sebesar 0,62 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,04 persen. “Komoditas yang menyebabkan inflasi bulan Juli 2020 pada kelompok ini, adalah emas perhiasan mengalami kenaikan rata-rata harga sebesar 3,19 persen menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,034 persen,”ujar dia. (dav)

 

 

LEAVE A REPLY