Target KUR Rp500 M, BSB Andalkan Replanting dan Gapoktan

0
347
Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel, Antonius Prabowo didamping Pimpinan BSB Cabang Palembang A Rivai Faisal Fachrurrozi usai panen raya di Gapoktan Marjasuma, Kecamatan Sematang Borang, Palembang

RADAR PALEMBANG – Di tahun 2020, Bank Sumsel Babel optimis penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR tercapai Rp500 miliar. Angka tersebut diprediksikan akan terserap di pertengahan tahun saja.

Hal ini diungkapkan Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel, Antonius Prabowo didamping Pimpinan BSB Cabang Palembang A Rivai Faisal Fachrurrozi usai panen raya di Gapoktan Marjasuma, Kecamatan Sematang Borang, Palembang, Rabu (26/2).

“Tahun 2020, target penyaluran KUR kita diangka Rp500miliar dan alokasi itu kita berharap habis (terserap,red) lebih cepat sehingga ditambah kembali,”tegas Anto kepada Radar Palembang.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan, diyakini berkaca pengalaman realisasi penyaluran KUR bank pembangunan daerah ini di tahun lalu dikisaran Rp400 miliar. “Alokasinya tersebar di Sumsel, ada untuk pertanian, perikanan, perkebunan hingga perdagangan,”jelas dia.

Itu, sambung dia, kondisi di Sumatera Selatan, sedangkan di Bangka Belitung terbesarnya di perdagangan sekitar 33 persen, selanjutnya perkebunan dan lainnya.

Ia menambahkan, dengan angka Rp500 miliar ini, target KUR akan terealisasi, sehingga segera di pertengahan tahun kita akan minta tambahan (kuota penyaluran KUR,red).

Acuannya, kata Anto, kita ada program replanting kelapa sawit yang akan terhambat di 2019 lalu sehingga realisasinya di tahun ini, angkanya (KUR untuk replanting,red) kurang lebih Rp100 miliar untuk petani di Muba, OKI dan Muara Enim.

Replanting tersebut, akan dibiayai melalui KUR, dimana, kata Anto, petani itu rata-rata membutuhkan dana Rp60 juta. “Sebesar Rp25 jutanya merupakan bantuan dari pemerintah, sedangkan Rp35 juta sisanya program pendampingan dari pihak bank.”

Secara kinerja, KUR di bank yang berkantor pusat di Jakabaring ini terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahunnya. “Di tahun 2018 lalu, kita salurkan KUR Rp90 miliar, di 2019 lalu kita menyalurkan dikisaran Rp400 miliar,”ujar dia.

Bertempat di Jalan Husin Bastaari Gang Keluarga Rt6 Rw1 Kelurahan Sukamulya Kecamatan Sematang Borang, Palembang, dilaksanakan Panen Raya Gapoktan Marjasuma, nasabah Bank Sumsel Babel.

“Ini merupakan kegiatan panen bersama para nasabah penerima KUR, namanya kuryanen, membayar ketika panen,”kata Antonius. Di gapoktan ini, kata dia, ada 125 komoditas yang dibantu pembiayaan melalui KUR.

Mulai dari, sambung dia, melon, semangka, terong, singkong, jagung, laos sudah panen kemarin. Bank Sumsel Babel, akui dia, membantu pembinaan dan pembiayaan melalui KUR.

Ia menambahkan, petani mendapat uang modal tanam, membeli pupuk, beli obat (tanaman,red), waktu tanam hingga ke panen, lebih 2,5 bulan dimana panen ini langsung dibayar (pinjaman KUR,red), nggak nyicil lagi.

Seperti ini, kata Anto, petani melon, ini setiap 1 hektarnya membutuhkan (modal,red) Rp50 juta, setiap komoditi beda-beda. Untuk melon, akui dia, mereka bisa panen min 20 ton minimal, bisa juga panen hingga 30 ton.

“Harga paling rendah Rp6 ribu (per kilogram melon,red), bahkan bisa (di pasar,red) Rp10 ribu atau Rp12 ribu (per kilogram melon,red),”ungkap dia.

Jadi, sambung dia, sedikitnya dalam satu kali panen melon untuk masa tanam 2,5 bulan, bisa terjual Rp120 juta, dengan modal Rp50 juta maka petani masih ada untung.

Selain itu, dalam panen raya ini, Bank Sumsel Babel mengundang banyak pihak, agar bisa melihat langsung kondisi petani. “Sengaja undang yang lain, bisa jual lebih baik karena di pasar, para pemborong biasanya membeli (dari petani,red) Rp5 ribu atau Rp6 ribu,”ulas dia.

“Petani bisa dapat lebih, disini bisa dibeli Rp12 ribu, dan pembeli bisa mendapatkan buah dengan kualitas bagus,”ujar dia. Program kuryanen atau KUR bayar usai panen ini merupakan pelaksanaan di tahun ketiga.

Bahkan, usai panen ini, petani akan melanjutkan masa tanam komoditasnya kembali. “Besok (hari ini,red), petani akan mulai tanam lagi tapi di lahan lainnya. Kalau memang diperlukan dan dibutuhkan petani, program KUR ini akan kita lanjutkan,”ujar dia. (dav)

 

 

 

LEAVE A REPLY