Tanwir 2 Ajak dan Jadikan Keluarga Sejahtera

0
174

 

RADAR PALEMBANG- Tanwir 2 Nasylatul Aisyiyah gerakan keluarga muda tangguh untuk kesejanteraan bangsa yang dilaksanakan di Hotel Swarna Dwipa di hadiri oleh perwakilan Nasyiatul Aisyiyah dari 34 Provinsi. pada hari Jum’at (08-10/11).

Nasyiatul Aisyiyah sebagai organisasi gerakan perempuan muda Muhammadiyah telah berusia lebih dari 90 tahun, yang artinya hampir satu abad berkiprah untuk umat dan bangsa bahkan sejak sebelum Indonesia merdeka.

Dalam perjalanan kesejarahan yang panjang Nasyiatul Aisyiyah yang beranggotakan perempuan usia 17- 40 tahun bergerak pada pemberdayaan perempuan muda dan anak. Perempuan muda merupakan kelompok dengan tantangan yang tak sedikit, karena berada pada usia reproduktif, usia memulai jenjang karir dan keluarga serta tantangan lainnya yang juga dialami banyak perempuan muda lainnya di Indonesia dalam berkiprah.

Tanwir merupakan forum musyawarah tertinggi Nasyiatul Aisyiyah di bawah Muktamar yang menjadi ajang reaktualisasi dan rekontekstualisasi visi gerakan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah Diyah Puspitarini menjelaskan, Tema ini tak lepas dari upaya mewujudkan sepuluh pilar keluarga Tangguh Nasilatul Aisyiyah (KMTA) yaitu: Kokoh Akidah dan Akhlakul Karimah, Sehat Jasmani dan Rohani, Kemandirian, Keadilan dan Semangat A-Maun, Misi Perdamaian, Demokrasi, Anti Kekerasan, Kesetaraan Akses, Ramah Lingkungan, Tanggap Bencana.

Konsep sepuluh pilar keluarga muda tangguh Nasylatul Aisyiyah ini didorong menjadi gambaran keluarga muda yang ideal untuk menjadi pilar kehidupan umat dan bangsa.
Dari sepuluh pilar Keluarga Muda Tangguh , Nasyiatul Aisyiyah telah menjalankan program- program unggulan untuk mewujudkanya antara lain Program Pelayanan Ramaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah (PASHMINA), kampanye nutrisi dengan pendekatan keluarga (Family Learning Center/FLC) dalam pencegahan stunting baik dalam kebijakan hingga ke pelosok desa, Samara Course untuk calon pengantin, kampanye pencegahan perkawinan anak dan lainnya.

” Gerakan keluarga muda tangguh untuk kesejahteraan bangsa kami melihat dua persoalan pertama adalah tidak menjadi sebuah pilar untuk membangun bangsa, yang kedua ada determinasi antara kesejahteraan dengan keluarga, ” ujarnya.

” Maka kami dalam tanwir ini menjadikan dan mengajak menjadikan keluarga untuk menjadi soko guru atau pilar kemajuan dan kesejahteraan, karena kalau keluarganya tidak dibangun dengan baik nanti akan ada ketimpangan sosial, ketimpangan kesejahteraan dan persoalan bangsa, ” sambungnya.

Dalam tanwir 2 ini, Nasyiatul Aisyiyah akan merumuskan rekomendasi lebih utuh baik untuk internal organiasi maupun yang akan di sampaikan kepada pembuat kebijakan baik pemerintah maupun legislatif yang di rencanakan akan di namakan MANIFESTO MUSI.

” Harapan Kami nanti akan ada sistem pemilihan yang lebih baik terus yang kedua juga terpilih pimpinan yang berkualitas serta mempertimbangkan aspek kader Ideologi dan juga potensi untuk menyadarkan, ” pungkasnya (rd1)

LEAVE A REPLY