Tantangan Politisi Milenial Menghadapi Zaman 4.0

0
280
Diskusi Wartawan Milenial Sharing Club (WMSC) dan Persatuan  Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel
RADAR PALEMBANG –   Diskusi Wartawan Milenial Sharing Club (WMSC) dan Persatuan  Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel dengan tema “Politisi Milenial: Apa yang akan Dibawa?” digelar di di Roca Cafe and Resto, Jalan Demang Lebar Daun, Palembang pada Kamis (5/9) malam.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Sumsel Ahmad Rizwan  saat membuka diskusi mengatakan bahwa basyarakat Sumatera Selatan (Sumsel)  mengharapkan Anggota Dewan terpilih, yang termasuk dalam Generasi Milenial mampu mewarnai perpolitikan di Sumsel, dan mampu memberikan pemikiran baru untuk menjawab tantangan zaman khususnya di Sumsel dimasa datang.

“Banyak hal yang menyangkut tentang milenial dan ini menjadi sebuah pembahasan semenjak Lima tahun yang lalu,” ungkapnya.

Generasi ini lanjut Rizwan sekarang bermunculan dimana – mana dengan segala aktifitas dan sepak terjang, banyak hal juga yang sudah dilakukan tetapi juga ada tantangan yakni perspektif masyarakat  terhadap generasi milenial ini karena masih belum sepenuhnya bisa diterima, terkadang orang muda bisa dikatakan belum ada pengalaman, belum punya kapabilitas dan sebagainya, serta terkadang melakukan sepak terjang yang tidak terukur dan tidak ada substansinya sehingga mempengaruhi persepsi terhadap generasi milenial yang baik.

“Kami harap Anggota Dewan dari generasi Milenial ini mampu memberikan pemikiran baru di dewan nanti,” terangnya.

Sementara itu, Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar sekaligus pemandu diskusi  mengatakan WMSC PWI Sumsel ini hadir sebagai suatu wadah untuk pewarta muda dalam menyumbangkan pemikiran, ide dan gagasan dalam memajukan dunia jurnalis.

Anggota DPRD Provisi Sumsel terpilih Muchendi Ishak Mekki mengatakan selama ini mengikuti berbagai organisasi baik kepemudaan, olaraga untuk mengasah kemampuan diri dan memahami sifat dan watak masyarakat

“Saya duduk di dewan sudah dua kali, tapi yang penting sebagai politisi muda, dalam arti pemuda diusia 20-40 tahun menurut definisi pemuda, harus memiliki kemampuan mengakses perkembangan tehnologi, di zaman 4.0 ini kita sebagai politisi muda harus bisa menjawab tantangan zaman ini,” ungkapnya

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang Terpilih M Akbar Alfaro, mengatakan, mungkin banyak keraguan dari kalangan masyarakat bahwa irgensi peran anak muda sangat dibutuhkan tidak hanya didewan saja tapi diberbagai lini.

“Anak muda sangat strategis sekali, mengingat saat tahun 98 para anak muda turun untuk membantu perubahan pada saat massa orde baru,”kata dia.

Ia juga mengatakan, peran anak muda identik dengan semangat bergebu, dan juga memiliki pemekiran yang sangat kritis.

“Bagi saya sebagai milenial banyak tantangan yang akan, temui didunia parlemen dengan politik praktis, hal inilah yang akan dihadapin para anak muda ini apakah kami mampu, oleh karna itu tidak salahnya kami diberi kepercayaan. Saya meminta kepada media untuk mengawal kegiatan kami kedepannya,” tutur Akbar

Dan Febi Anggi Pratama yang juga anggota DPRD kota Palembang terpilih juga mengatakan perlunya sinergitas dengan badan eksekutif terkait masalah rancangan.

“Fungsi DPRD itu bekerjasama dengan eksekutif membahas rancangan pada masyarakat, apa yang dibutuhkan dan aturan apa yg perlu dilakukan untuk menopangnya,” kata Febi

Tidak hanya itu dirinya juga memikirkan kaum milenil untuk menghadapi zaman 4.0 untuk memberikan kepada kaum milenial.(zar)

LEAVE A REPLY