Tahu dan Tempe Menghilang di Pasar

0
212
Aktivitas pengrajin pembuat Tempe dan Tahu di Palembang. Mereka terpaksa mengurangi produksi dan mengurangi ukuran, karena tebebani tingginya harga kedelai yang mencapai Rp 10 ribu per kg.

Dampak Tingginya Harga Kedelai

RADAR PALEMBANG – Kenaikan harga kedelai Impor berdampak kepada ketersediaan tahu dan tempe. Dua makanan yang melegenda itu, menghilang di pasar. Ini terpantau di sejumlah pasar tradsional yang di Palembang, sebut saja  Pasar Sukarami dan Pasar Interbis cukup sulit untuk mendapatkan tahu dan tempe. Kalau pun tersedia harganya pun naik cukup tinggi.

“Biasanya harga tahu yang besar dijual Rp 1 ribu bisa naik hingga Rp 2-3 ribu per satuannya. berlaku juga untuk tempe biasa persatuan ukuran sedang di jual Rp 5 ribu naik menjadi Rp 7 ribu,” ujar penjual tahu tempe Koko.

Menelusuri kenaikan harga tahu dan tempe di pasaran salah satu pengrajin tempe  Darsim (50),  menjalankan usaha sekitar 20 tahun menjadi pengerajin tempe ini yang beralamatkan di jalan  Macan Lindungan Perumahan Perum Kopti RT 2 RW 05 Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat I Palembang,

“Untuk aktivitas pembuatan tempe masih tetap dilakukan seperti biasa. Saat ini  persediaan masih mencukupi kenaikan harga komoditi kacang kedelai sangat berdampak perkilo sebelumnya Rp 7 ribu naik menjadi Rp 9 ribu, tidak menutup kemungkinan akan menyusul kenaikan hingga Rp 10 ribu perkilo harganya,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi kenaikan berlanjut harga kacang kedelai kedepannya  pengrajin tempe tetap melakukan aktivitas pembuatan tempe.  ‘’Jika harganya tidak naik paling ukurannya di kurangi saja,”ujarnya

Apabila dipasaran harga tempe dan tahu naik terus setidaknya bentuk dan ukuran yang semulanya di jual Rp 2000  naik menjadi Rp 3 ribu dan  Rp 4000 menjadi Rp 5.000.  Ini juga bentuk dan ukuran tempe dan tahu cukup bervariasi harga kisaran di peruntukan untuk pedagang sayur keliling dari harga Rp 700 naik menjadi Rp 1000, ukuran tempe lebar semulanya Rp 2.500 menjadi Rp 3.000.

Proses pembuatan tempe dari kacang kedelai di rebus selama kurang lebih 2 jam di bantu alat blower, kemudian disaring memisahkan kulit dan daging kacang kedelai. selanjutnya dilakukan peragian dan dibungkus sesuai dengan ukuran yang akan di jual di pasar, tahapan untuk melalui proses menjadi tempe selama 3 hari. Bahan baku utama kedelai impot dari Amerika, kacang kedelelokal mutu kualitasnya kurang baik, ukurannya kecil dan pahit.

Dengan kenaikan harga kacang kedelai dinilai sangat memberatkan kami namun aktivitas masih beproduksi stok masih tersedia di petani hanya masalah harga yang tidak sesuai kenaikan harga dari Rp 7000 hingga Rp 9000 bahkan kemungkinan dalam waktu dekat ini akan naik lagi,” tegasnya. (mun)

LEAVE A REPLY