Survei BI: Penjualan Rumah Turun

0
171

RADAR PALEMBANG – Bank Indonesia (BI) mencatat terjadi perlambatan kenaikan harga properti residensial di pasar primer pada kuartal II 2019. Selain perlambatan kenaikan harga, BI juga mencatat penurunan volume penjualan rumah.

Berdasarkan survei harga properti residensial BI disebutkan hal ini tercermin dari indeks harga properti residensial (IHPR) pada kuartal II 2019 yang hanya tumbuh 0,2%, lebih lambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh 0,49%.

“Melambatnya kenaikan harga properti residensial terjadi pada semua tipe rumah,” tulis survei BI, dikutip Senin (12/8/2019).

BI menyebut, pada kuartal III 2019 peningkatan harga rumah akan terjadi pada kuartal III 2019 yakni 0,76%. BI juga menyebut volume penjualan properti residensial kuartal II 2019 tercatat mengalami kontraksi minus 15,9%, angka ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal sebelumnya 23,77%.

Menurut survei, penurunan penjualan properti residensial disebabkan oleh penurunan penjualan pada rumah tipe kecil dan rumah tipe besar.

“Menurut responden, beberapa faktor yang menyebabkan penurunan penjualan adalah melemahnya daya beli, suku bunga KPR yang cukup tinggi dan tingginya harga rumah,” jelasnya.

Hasil survei menunjukkan bahwa pembiayaan pembangunan properti residensial oleh pengembang terutama bersumber dari non perbankan, tercermin pada pembiayaan pembangunan yang bersumber dari dana internal pengembang yang mencapai 60,57%. Sementara di sisi konsumen, pembelian properti residensial sebagian besar masih menggunakan fasilitas KPR sebagai sumber pembiayaan utama. (kil/fdl)

 

LEAVE A REPLY