Suparman Roman : Koni All Out Support Perwosi

0
133

 

 

RADAR PALEMBANG – Resmi dilantik untuk Kota Palembang, masa bakti jabatan tahun 2018-2022 di Ruang Parameswara Setda Pemerintah Kota Palembang, Rabu pagi (5/12). Hj. Yulia Sri Kasim SH menjabat sebagai Pengkot (Pengurus Kota) Ketua Perwosi (Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia) Kota Palembang.

Turut hadir dalam kegiatan, Ketua Umum Koni Kota Palembang, Suparman Romans dan Ketua Pengprov (Pengurus Provinsi) Perwosi Sumatera Selatan, Erini Thia Yufada. Pelantikan pengurus pengkot Perwosi ini juga diharapkan bisa membina atlet wanita hingga skala Internasional.

“Jadi dengan pelantikan Perwosi ini, Koni kota Palembang memberikan apresiasi yang tinggi dan dukungan sangat besar. Berharap melalui Perwosi, kita semua dapat melakukan pembinaan konkrit. dan seperti yang saya usulkan tadi, Koni mengusulkan Perwosi untuk menginisiasikan event seperti Porkot (Pekan Olahraga Kota) tapi khusus para atlet wanita yang disebut dengan Porwi (pekan olahraga wanita Indonesia).”jelas Suparman usai pelantikan Perwosi berakhir.

Menurutnya, perkembangan atlet wanita hingga saat ini jumlahnya cukup berimbang dengan peningkatan prestasi atlet laki-laki. “dari data atlet cukup berimbang antara pria dan perempuan. Kita akan membuat garda terdepan di koni kota Palembang pembinaan Perwosi ini. Karena beberapa cabor, yang hampir merata atletnya seimbang, sebab adanya nomor khusus wanita dan pria ataupun di nomor ganda campuran yang di mix. Perwosi juga hadir agar perempuan bisa menerima ruang konsentrasi dalam bersaing secara teknis di lingkungan Kota Palembang.” tambah dia

Sementara sebagai ketua pengprov Perwosi Sumsel, Thia sapaan akrabnya turut menambahkan jika Perwosi hadir untuk bagaimana kita memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Khususnya kepada remaja putri dan mengutamakan wanita. Karena wanita merupakan lumbung prestasi. Serta bagaimana persiapan mendukung atlet wanita.

“Setiap kota dan kabupaten membentuk struktur dan organisasi sendiri, karena beberapa tempat juga masih berjalan. Peluang sendiri untuk atlet perempuan misal dari PON, kaum perempuan cukup banyak meraih prestasi. Kemudian untuk pembinaan kita kian gencar merekrut atlet muda sesuai cabor masing-masing. Mengingat kita memiliki fasilitas terbaik, sebagai tuan rumah yang tidak memiliki fasilitas ditempat lain, untuk membuat prestasi olahraga ini dengan baik, misal dayung, panjat tebing dan atletik, bowling dan menembak.”ujarnya

Lebih lanjut, Ia mengatakan melalui Perwosi, perempuan harus diberikan kesadaran akan potensinya dan mulai menanamkan kesadaran terhadap orang tua dan keluarga bahwa masa depan atlet perempuan dapat berjalan baik, apabila sejak dini dilakukan maintence.

“Mengapa tidak potensi dikembangkan, biarkan mereka lebih berprestasi lagi, dan anak-anak unggul juga teecipta. Saya setuju memang jika perempuan sesuai budaya timur lebih baik dirumah, tapi apa salahnya jika manfaatkan.”tutup Thia (fen)

 

LEAVE A REPLY