Sulit Tapi Tetap Ada Peluang

0
241

 

**Ekonomi Sumsel 2019 Dimata Daniel Hendarto

 

RADAR PALEMBANG,  Bank Central Asia (BCA), merupakan salah satu perbankan yang tetap optimis menatap masa depan. Meski 2019 tidak ada lagi evant sekelas Asian Games atau proyek infrastruktur yang dibangun secara masif seperti tahun 2918 lalu, namun diyakini masih banyak potensi yang bisa digarap.

 

Berikut petikan wawancara eksklusif Radar Palembang dengan Kepala Kantor BCA Wilayah VI Palembang Daniel Hendarto, saat dibincangi di ruang kerjanya, kemarin.

 

Jika melihat kondisi sekarang, bagai mana bapak melihat potensi ekonomi Sumsel tahun ini?

 

Dari sisi ekonomi tahun 2019 ada kesulitan tapi ada harapan. Jika dilihat dari segi potensi pertumbuhan agak mirip dengan tahun lalu. Bedanya tahun ini lebih menantang karena tidak ada lavi evant besar.

 

Lalu bagai mana BCA membaca peluang jika melihat kondisi sekarang?

 

Bagi kami di perbankan tidak ada kata pesimis. Kami tetap optimis menatap ekonomi tahun ini. Meski dari sisi komoditi unggulan seperti karet dan sawit masih terpuruk, namun banyak sektor lain yang bisa kami garap. Contoh masih ada sektor perdagangan yang masih menggeliat, terus ada industri yang berkaitan dengan komoditi ada pembiayaan konsumer dan lainya.

 

Bagai mana gambaran kinerja BCA tahun lalu, dan tahun ini bagaimana targetnya?

 

Tahun lalu secara keseluruhan semua target lini bisnis kami tercapai, dana kami tumbuh, kredit juga tumbuh sesuai harapan. Tahun ini meski ekonomi seperti yang saya katakan tadi cukup menantang tapi untuk target capaian kinerja secara keseluruhan kami masih berani pasang targeg dua digit.

 

Bisa dilerjelas dua digit itu berapa, dan apa faktor pendukungnya?

 

Target kami itu ingin tumbuh minimal 10 persen baik itu dana maupun kredit. Kami banyak produk yang bisa dipacu, jima memang sektor komoditi lesu kami akan pacu di sektor lain seperti SME maupun sektor konsumer seperti properti dan otomotif.

 

Untuk garapan utama penunjang bisnis sektor apa saja yang akan difokuskan?

 

Sama dengan tahun sebelumnya, kami masih akan fokus pada perdagangan dan ritel serta industri yang berkaitan dengan komoditi. Ada juga sektor pendukung yang sudah mulai menunjukkan tren bagus yakni pembiayaan ke rumah sakit dan pendidikan.

 

Secara khusus bagai mana bapak melihat potensi sektor komoditi?

 

Komoditi itu meski kondisinya kurang bergairah namum kami tetap akan masuk ke sana. Sebab saat ini perputaran uangnya masih cukup mobile, ada karet ada sawit kopi dan produk perkebunan lain. Namun kami akan lebih konsen ke industri pengolahannya. Lesu bukan jadi alasan untuk meninggalkannya, sebab lingkaran komoditi itu sangat luas, sebab ada kaitan dengan properti otomotif dan lainnya. Jika tidak digarap maka sektor lain juga ikut lepas sebab konsumen otomotif ya dari sektor perkebunan juga.

 

Bagai mana bapak melihat kondisi fluktuasi nilai tukar di awal tahun ini?

 

Bagi kami di BCA kondisi turun naik nilai tukar itu sudah tidak asing lagi dan cenderung tidak menjadi acuan. Namum jika melihat pergerakan di awal tahun ini ada penguatan yang signifikan artinya ini akan jadi petanda bahwa ekonomi kita mukai bergerak. Jika ini bisa dipertahankan saya yakin banyak sektor ekonomi akan ikut terbantu.

 

Tahun inikan akan ada pemilu serentak, apa tanggapan bapak?

 

Secara tidak langsung penyelenggaraan pemilu akan berdampak pada bisnis bank, namun seberapa besar dampaknya sejaun ini belum terlalu terasa. Damoaknya baru sebatas hal hal yang tidak nampak, mungkin mendekati hari pencoblosan atau saat dimulainya kampanye terbuka baru akan terlihat. Makanya kami tidak ada persiapan khusus di tahun politik ini. (ilham)

 

LEAVE A REPLY