Sukses Beri Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan

0
752

RADAR PALEMBANG – Acara sosialisasi empat pilar MPR RI tentang Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara UUD NKRI tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Dalam kegiatan ini hadir sebagai pembicara Ketua Fraksi Partai Gerindra MPR-RI serta Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) Edhy Prabowo, Harry Hartanto Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumsel serta Sekretaris Gabungan Perusahaan Kelapa Sawit (Gapki) Sumsel.

DSC_0317

Kegiatan ini terselenggara hasil kerjasama anatara MPR RI dalam hal ini Edhy Prabowo, Harian Bisnis Radar Palembang dan LPM Ukhuwah UIN Raden Fatah Palembang. Meski dikemas secara sederhana, namun antusiasme masyarakat khususnya kalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat cukup tinggi.

Bahkan dari kuota tempat duduk yang terseda terisi penuh hingga meluber keluar ruangan. Lebih dari 200 perserta hadir di aula fakultas Usuluddin UIN Raden Fatah Palembang untuk mendengarkan penjelasan mengenai empat pilar kebangsaan dari wakil rakyat asal Sumsel. Meski dalam suasana bulan suci Ramadan, namun hal itu tidak melunturkan semangan peserta untuk menelaan setiap jengkal kata yang disampaikan pembicara khususnya mengenai pilar kebangsaan.

Ketua Fraksi Partai Gerindra MPR-RI serta Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) Edhy Prabowo mengatakan, salah satu pilar pertama dari 4P yakni Pancasila.

Didalamnya mengakomodir semua yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa. Pada sila pertama yang berbunyi ketuhanan yang maha esa, sila ini mengatur bagai mana kehidupan beragama.

“Didalam pasal dan sila pertama ini, meski berkaitan dengan keyakinan, namun tidak disebutkan satu agamapun dari enam agama yang diakui di negara ini. Artinya negara mengatur bagaimana kehidupan yang akur antar sesama umat beragama,” jelasnya.

MUN_3062

Penguatan arti empat pilar kebangsaan ini perludikuatkan lagi. Bukan hanya ditingkat masyarakat umum, namun penguatan perlu dilakukan mulai dari jenjang yang paling bawah.

“Semua isi yang terkandung dalam Pancasila, tidak bertentangan dengan ajaran Islam, meski dalam sila pertama tidak disebutkan Islam. Itu artinya pilar kebangsaan ini ingin mengakomodir kehidupan semua masyarakat tanpa pandang apapun suku dan keyakinannya,” tegas dia.

Pemerintah melalui instansi terkait harus kembali menanamkan nilai dan arti Pancasila dalam lingkup pendidikan.

“Selain Pancasila, pilar kebangsaan lain yakni UUD 1945 yang sudah empat kali mengalami perubahan, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, semua ini wajib disosalisasikan kepada masyarakat terutama oleh anggota MPR RI,” kata dia. (iam)

LEAVE A REPLY