Stimulus Kemenperkraf Baru Terserap Rp 8,7 Miliar

0
115
Ilustrasi Hotel

RADAR PALEMBANG – Pandemi Covid 19 sangat berdampak bagi semua kalangan tidak terkecuali bagi usaha restor dan perhotelan, untuk meringankan beban para pelaku hotel dan restoran Kemenperkraf mengalokasikan dana stimulus yang nilainya untuk di Palembang mencapai Rp 30 miliar.

Namun dari Rp 30 miliar tersebut baru terserap Rp 8,7 miliar kurang lebih, padahal bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh pelaku perhotelan maupun restoran yang terkena dampak 19.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Sumatera Selatan, Herlan Asfiudin meminta kepada pemerintah dalam memberikan syarat penerima bantuan untuk dipermudah sehingga para pelaku hotel dan restoran mendapatkan bantuan yang telah dialokasikan ke masing-masing daerah.”Syarat yang diberlakukan terlalu berat sehingga hotel dan restoran keberatan,”kata Herlan.

Menurut Herlan di Palembang hanya beberapa hotel dan restoran yang mendapatkan bantuan sedangkan Pemkot Palembang mendapatkan bantuan tersebut cukup besar yang mencapai 30 persen dari 30 milir yang dialokasikan oleh kemenparekraf.

“Pemkot dapat Rp 9 miliar sedangkan hotel dan restoran hanya Rp 8,7 miliar, artinya tidak terserap secara menyeluruh, tapi untuk ke Pemkot Rp 9 miliar sudah terserap,”kata Herlan.

Oleh karena itu, diharapkan dalam persyaratan yang dibuat untuk tidak terlalu berat sehingga pelaku hotel dan restoran mendapatkan bantuan tersebut Karen pada saat pandemi seperti saat ini bantuan tersebut sangat diharapkan.”karena syaratnya besar maka banyak yang tidak dapat, harusnya syarat tidak terlalu berat,”kata Herlan.

Sementara itu secara terpisah Sekretaris daerah (sekda) kota Palembang Ratu Dewa mengatakan segera melakukan koordinasi dengan dinas pariwisata tersebut terkait dana hibah tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Palembang Abdullah Taufik menyampaikan bahwa dinas pariwisata Palembang harus terbuka dan transparan terkait stimulus dari Kemenperkraf karena dana tersebut dari pusat.”Harus terbuka jangan ditutup-tutupi karena dana tersebut sangat besar dan sangat dibutuhkan oleh industri perhotelan dan restoran,”kata Taufik.

Lebih lanjut dikatakan Taufi pihaknya sudah melakukan pengecekan secara langsung seperti hotel Aryaduta yang mendapatkan Rp 600 juta sedangkan Novotel Rp 1 miliar.”Karena yang mendapatkan bantuan ini misalnya bayar pajak tepat waktu dan lain-lain,”katanya. Namun dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan rapat dinas pariwisata untuk mempertanyakan perkembangan dana stimulus tersebut.

Sementara itu, salah satu pemilik hotel mengatakan bahwa ada sekitar 27 hotel yang telah mendapatkan stimulus tersebut, dengan total dana sebesar Rp  5,7 miliar, sedangkan untuk resto ada 44 dengan total dana sebesar Rp 2,9 miliar artinya baru Rp 8,7 miliar yang digelontorkan.”kenapa hanya hotel dan restoran ini saja yang dapat sedangkan yang lain tidak,”katanya.

Menurut dia, baik hotel maupun restoran sangat berharap bantuan tersebut diberikan karena sangat dibutuhkan untuk kebutuhan operasional dan lainnya.”Kenapa dana yang tidak terserap dikembalikan kepada pemerintah pusat, mestinya diberikan atau dialokasikan kembali agar yang belum dapat,ada peluang untuk dapat,”katanya.

Oleh karena itu pihaknya sangat berharap bantuan tersebut dialokasikan kembali sehingga memberikan peluang bagi restoran dan hotel untuk mendapatkan bantuan tersebut.”Kurang lebih memang hanya Rp 9 miliar yang terserap, dan kami minta dinas pariwisata untuk transparan mana yang dapat dan mana yang tidak,”harapnya. (Zar)

 

LEAVE A REPLY