Srikandi UMKM Pimpin BI Sumsel

0
270

 

RADAR PALEMBANG – Untuk pertamakalinya, Bank Indonesia (BI) kantor Perwakilan Sumatera Selatan di pimpin seorang wanita yakni Yunita Resmi Sari yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengembangan UMKM di kantor pusat BI.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo langsung memimpin upacara serah terima jabatan antara Rudi Hairudin yang telah pensiun kepada Yunita Resmi Sari, Kamis (10/1).

Menurut Gubernur Bank Indonesia, Yunita memiliki pengalaman di bidang UMKM karena sebelum mendapat jabatan anyar itu. Yunita menjabat sebagai kepala departemen pengembangan UMKM di bank sentral.

Artinya, pengalamannya membina UMKM bisa ditularkan di Sumsel sehingga bisa menjadi motor baru untuk menggelarkan roda perekonomian masyarakat dari sektor ril.

“Jelas dia akan mengembangkan UMKM Sumsel, serta dengan sentuhan keibuannya juga bisa membawa berkah bagi ekonomi Sumsel,” kata Perry saat memberi kata sambutan.

Perry berharap, pencapaian sejumlah indikator perekonomian Sumsel yang telah baik bisa dijaga bahkan meningkat dengan dukungan BI. Salah satunya, kata dia, dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Sumsel yang pada triwulan III/2018 mencapai 6,1% atau melampaui nasional yang sebesar 5,1%.
Selanjutnya, angka inflasi diharapkan terkendali dengan kisaran 2,74% atau juga di bawah rata-rata inflasi nasional. “Harapannya BI Sumsel bisa mendukung target pertumbuhan ekonomi Sumsel sebesar di atas 5,8% dan inflasi sekitar 3,2% pada tahun ini,” katanya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Yunita Resmi Sari usai pelantikan meminta dukungan dari semua stakeholder termasuk media untuk sama sama mengembangkan sektor UMKM. Wanita yang serign disebut di kalangan internal Bank Indonesia sebagai srikandi UMKM ini bercita-cata ingin mewujudkan mimpi pelaku UMKM di SUmsel untuk bisa menembus pasar global khususnya di Asia.

Sebelum disni, dirinya mengaku juga sudah melihat pimpinan BI sebelumnya sangat membawa kemajuan bagi UMKM, ada beberapa UMKM yang menjadi percontohan nasional. Itu akan kita lanjutkan ketingkat internasional dengan masuk ke pasar global.

“Produk kita sama dengan selera masyarakat Asia Selatan, sehingga bisa dikembangkan menjadi komoditi yang berbasis ekspor. Selain songket ada komoditi primer yang bisa dikembangkan seperti kopi. Sebab lahan kopi terluas ada di Sumsel namun kendalanya belum ada produk kopi Sumsel yang mengglobal itu akan kita tingkatkan,” jelas dia.

Kita teruskan yang sudah ada dan kita sinergikan dengan yang lain mulai dari hulu sampai hilir. Hulunya dari produksi kita perbaiki hilirnya kita dorong peningkatan pemasaran secara global, itu adalah target kita dalam waktu dekat,” tambahnya.

Yunita menilai Sumsel merupakan daerah yang memiliki modal kuat untuk meningkatkan perekonomiannya. “Sumsel sudah bagus, pertumbuhan [ekonomi] tinggi tapi harga terkendali ini potensi yang perlu dikembangkan,” katanya.
Dia memaparkan dirinya siap mendorong perekonomian Sumsel melalui program yang telah ada, salah satunya melalui pemberdayaan UMKM. Contohnya, kata Yunita, pengembangan UMKM sektor kopi yang merupakan komoditas layak ekspor dari Sumsel.

“Lahan kopi di Sumsel ini luas tapi produknya belum terlalu dikenal, nanti akan kami kembangkan dan sinergikan dengan program yang lain. Supaya bisa dari hulu hingga hilir,” katanya. (iam)

 

LEAVE A REPLY