Skimmer ATM Merajalela

0
832

 

RADAR PALEMBANG – Aksi skimmer ATM mulai menyerang Palembang. Sejumlah uang yang tersimpan di bank menghilang dengan sendirinya, padahal pemilik rekening tidak pernah menarik dana. Bank mulai siaga dengan melakukan penjagaan ketat terutama untuk ATM yang ditempatkan di off branch (di luar kantor cabang). Salah satu nasabah yang mengakui terkena permasalahan scamming adalah Hj Rosdaini SPd. Wanita yang sehari hari berprofesi sebagai guru ini mengakui jika dirinya mendapatkan rekeningnya berkurang dengan cara yang tidak wajar.

“Saya kemarin dirawat di rumah sakit, jadi saya pastikan saya tidak ada transaksi selama saya dirawat. Kejadian ini sudah saya laporkan ke customer service bank tersebut. Dan langkah awal ATM saya sudah diganti dengan yang baru dan kasus saya katanya akan dilaporkan ke pihak bank pusat,” katanya.

Berdasarkan hasil print out rekening yang dilakukannya di bank, kebocoran rekening ini terjadi beberapa kali. Transaksinya dilakukan selama 3 kali melalui ATM yang sama, nilainya selalu di bawah satu juta rupiah.

Menurut Rosdaini, hingga saat ini dirinya tidak terlalu mengetahui langkah apa yang akan dilakukan oleh bank bersangkutan termasuk mengenai kejelasan uangnya. “Saya belum dapat kepastian kapan akan diganti uang yang hilang. Tapi setidaknya saya harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya.

Harus diakui, beberapa bulan belakangan ini Indonesia sedang diramaikan dengan berita pembobolan ATM. Para nasabah tiba-tiba saja kehilangan saldo rekeningnya akibat dibobol oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Untuk masalah tipu-menipu dan curi mencuri adalah hal yang sepertinya sudah sangat biasa di Indonesia. Bahkan lima bank besar tercatat sudah pernah dibobol menggunakan modus ini.

Sejumlah perbankan pul mulai meningkatkan antisipatif dengan melakukan pengamanan ganda terhadap mesin ATM terutama yang ada di luar kantor perbankan. Di Palembang sendiri saat ini memang belum begitu banyak kasus kejadian pembobolan dana nasabah melalui pola ini. Namun, senantiasa ada saja warga kota ini yang mengalaminya.

ATM Luar Kantor Paling Rawan

Chief Executive Officer BNI Regional Palembang Siwi Peni mengungkapkan, sejauh ini untuk BNI belum pernah menerima laporan mengenai pembobolan dana nasabah melalui pola skimmer atau pola lainnya.

“Jika dilihat dari kategori tempatnya, BNI memiliki dua jenis ATM, yakni ATM off branch atau yang di luar kantor BNI dan in branch yang di dalam kantor. Biasanya yang paling rawan terjadi kejahatan yaitu ATM yang berada di luar kantor. Sebab sistem pengamanan biasanya lebih longgar,” jelas Siwi.

ATM off branch kata dia, saat ini sistem pengamanannya paling ditingkatkan, monitoring melalui system teknologi terus dipacu. Bagi galeri ATM yang ada di luar kantor semuanya milik BNI, diberikan tenaga pengamanan khusus, namun untuk galeri ATM bersama biasanya pengamanannya di kelola pihak ketiga.

ATM yang dikelola pihak ketiga inilah yang rawan, karena sistem pengamanannya tidak seperti ATM in branch. Untuk langkah antisipasi terhadap aksi kejahatan, BNI meningkatkan pengamanan. “Jika selama ini kontrol dilakukan hanya pada jam rawan, namun sekarang pengawasan ditingkatkan 24 jam. Ketika ada kejadian aneh baik itu ATM tertelan maupun ada gangguan lainnya tim khusus dari BNI langsung menuju lokasi,” kata dia.

Makanya kata Siwi, ketika ada kejadian aneh baik itu mesin rusak, ATM tertelan maupun uang lambat keluar, atau tanda-tanda mencurigakan lainnya segera hubung BNI atau petugas BNI yang dikenal. Jangan sekali-kali meninggalkan lokasi jika transaksi belum selesai atau mesin rusak dan lainnya.

Direktur Umum Bank Sumsel Babel Iskandar mengungkapkan, sistem pengamanan ATM Bank Sumsel dilakukan melalui pengamanan menggunakan teknologi canggih. “Semua transaksi yang terjadi di ATM terekam langsung ke kantor pusat. Jadi ketika ada sesuatu hal yang mencurigakan bisa langsung dilakukan penindakan, termasuk melakukan penonaktifan jaringan ATM tersebut,” kata dia. (iam/alk)

LEAVE A REPLY