Sinyal Otomotif Dorong Ekonomi 

0
145

RADAR PALEMBANG – Perbaikan ekonomi Indonesia berlanjut dengan pertumbuhan ekonomi yang mulai positif pada triwulan IV . Salah satu yang mendorongnya adalah sektor otomotif. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih, Senin (16/11) mengatakan berdasarkan perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi.

Dimana, akui Endang, penjualan wholesale motor dan mobil mulai berangsur membaik di triwulan III 2020 jika dibandingkan triwulan sebelumnya. “Ini membuktikan adanya pemulihan ekonomi ditengah pandemi Covid 19.”

Geliat bisnis sektor logistik dan kurir melonjak saat pandemi Covid-19 di mana sektor bisnis lainnya terpuruk. Salah satu pemicunya adalah meningkatnya aktivitas digital masyarakat saat pandemi termasuk di dalamnya belanja online atau daring.

Data Kementerian Keuangan menyebutkan, segmen logistik relatif stabil selama pandemi Covid-19. Bahkan, transaksi pembelian lewat e-commerce meningkat 18,1 persen menjadi 98,3 juta transaksi dengan total nilai transaksi naik 9,9 persen menjadi Rp 20,7 triliun.

Ketua DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi menyebutkan, kegiatan logistik yang masih dapat bertahan bahkan mengalami pertumbuhan positif adalah layanan logistik e-commerce dan layanan pengiriman barang (courier service).

Perbaikan ekonomi juga diungkapkan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. “Selain investasi, terdapat 2 kunci penting lainnya untuk membangun sinergi dan energi optimisme dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional,” kata Perry Warjiyo, dalam pembukaan kegiatan West Java Investment Summit (WJIS) yang dilaksanakan secara virtual, Senin (16/11).

Pertama, sambung dia, meyakini bahwa perbaikan ekonomi Indonesia akan terus berlanjut dengan pertumbuhan ekonomi yang mulai positif pada triwulan IV 2020 dan akan meningkat menjadi 5 persen pada tahun 2021 dan terus meningkat pada kurun waktu 5 tahun ke depan.

Hal tersebut juga diakui Kepala Cabang Utama JNE Solo Bambang Widiatmoko saat ditemui wartawan di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (13/11) siang. Ia menjelaskan, saat awal pandemi pada Maret dan April, volume pengiriman barang di tempatnya meningkat sampai 30%. “Ini dipengaruhi banyak masyarakat beraktivitas di rumah, tetapi tetap melakukan transaksi pembelian lewat online,” ujar dia.

Bambang menjelaskan, sebelum pandemi, rata-rata volume pengiriman ke berbagai wilayah seperti Jabodetabek dan Jawa Timur mencapai 20 ton per bulan. Sebagian barang itu dikirim via darat dan udara.

Ketika pandemi, pengiriman via udara anjlok, karena banyak rute penerbangan tutup akibat tidak ada penumpang, sedangkan pengiriman barang via darat malah meningkat.

Peningkatan pengiriman barang itu, membuat pihaknya menambah armada. Saat ini, pihaknya diperkuat 35 unit armada, di antaranya 15 unit truk yang semuanya merek Isuzu yakni truk Giga dan Elf NKR.

Menurut dia, bisnis pengiriman adalah bisnis kepercayaan dan ketepatan waktu. Makanya, armada yang dikerahkan juga harus memiliki keandalan. “Sebagai pelaku usaha, tentu kami menginginkan kendaraan yang efisien, tetapi untuk bisnis seperti ini, kendaraan yang andal yang benar-benar dibutuhkan. Apalagi, operasional kami 24 jam tanpa henti, sehingga butuh dukungan keandalan,” tutur Bambang. Selain itu, tambah Bambang, tim mekanik Isuzu juga bisa melayani servis dengan datang ke tempat konsumen.

Terkait hal itu, Kepala Wilayah Astra Isuzu Jateng dan DIY Sucipto mengatakan, pihaknya terus berusaha melakukan berbagai inovasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis sektor logistik dan kurir ini.

Selain itu, mereka juga terus berusaha meningkatkan layanan purna jual dengan menyediakan berbagai suku cadang yang dibutuhkan konsumennya di rute-rute yang sering mereka lalui.

Dengan demikian, jika terjadi kerusakan dan perlu pergantian suku cadang maka dengan mudah dan cepat mereka bisa mendapatkan. Sehingga, tidak terlalu lama mengganggu waktu kerja konsumen.

Berdasarkan data Gaikindo, di sektor otomotif, penjualan mobil komersial mengalami pertumbuhan positif. Hal ini didukung dengan posisi strategis Jateng dan DIY sebagai daerah transit atau penghubung antara wilayah barat dan timur Pulau Jawa yang menggunakan transportasi darat.

Membaiknya pasar otomotif di Jateng dan DIY ikut berimbas pada pangsa pasar Isuzu di wilayah tersebut. Posisi tertinggi berada di wilayah Solo dan sekitarnya dengan pangsa pasar 40,2%, disusul DIY 36,2%, Pekalongan 30,8 %, dan Semarang 23,1%. Secara nasional, pangsa pasar varian Isuzu di kendaraan komersial sedang bertumbuh. (dav)

 

LEAVE A REPLY