Serunya Ngomong Politik Sambil Ngopi

0
258

 

RADAR PALEMBANG, Ngomong Politik Sambil Ngopi (Ngompol) yang dihelat Rakyat Merdeka Online (RMOL) Sumsel sukses digelar, para narasumber yang tak lain adalah calon legislatif (caleg) beradu gagasan dan pemikiran dalam menentukan program kerja jika terpilih menjadi wakil rakyat.

Latarbelakang caleg cukup menarik perhatian, kegiatan ini sekaligus mencari rekam jejak dan kapasitas mereka di dunia politik serta memberikan pembelajaran politik bagi konstituennya.

Dengan tema #YakinKamiLebihBaik, narasumber yang ambil bagian seperti Caleg DPR RI partai Perindo Samuel Hutabarat. DPRD Sumsel, Caleg dari PKS Mgs Ahmad Fauzan dan DPRD Palembang yaitu dari Caleg Golkar Yustin Kurniawan.

Pengamat politik, Dr Joko Siswanto selaku Rektor Universitas Taman Siswa Palembang dan moderator adalah Dr Bagindo Togar.

Caleg ini menjadi muka baru untuk Sumsel, jika nanti terpilih maka harus benar menjalankan visi dan misi sesuai janjiny,”kata Pengamat Politik, Joko Siswanto

Joko menilai, selain itu wakil rakyat juga harus tahu kebijakan daerah harus berpihak kepada masyarakat.

Dalam diskusi ini, Mgs Ahmad Fauzan yang maju dari kalangan ulama pun secara blak-blakan tingkat money politic sudah dirasa. Hal itu membuat dirinya pesimis bisa duduk di kursi DPRD Sumsel. “Ya awalnya kita serius, tapi setelah kita turun, ada yang buat saya pesimis,” ujarnya.

Sedangkan, Yustin caleg dari Golkar ini mengaku siap berjuang dan menampung aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya seperti untuk memperjuangkan intensif guru TPA.

“Pentingnya pendidikan akhlak itu yang membuat saya untuk memperjuangkan, saya ingin seluruh anak bangsa bisa membaca Alquran, maka dari itu saya optimis dengan menjadi wakil rakyat seluruh aspirasi yang sudah saya tampung akan diwujudkan,” ungkapnya.

Sementara, Samuel Hutabarat mengaku ditunjuk oleh partainya untuk mengisi slot dapil Sumsel menuju Senayan. Meskipun begitu, ia sudah memahami seluk beluk Sumsel apabila terpilih ia akan memperjuangkan sesuai janjinya.

“Ya saya tidak banyak janji, karena janji adalah utang, maka dari itu seperti yang disampaikan oleh pak Sujarwoto dan ibu Anita, jangan banyak berjanji tapi berbuat,” ungkapnya.

Ketiganya sepakat dalam Pileg ini harus bersaing secara sehat. Sebab menjadi wakil rakyat adalah tanggung jawab besar demi kesejahteraan masyarakat.

Panitia Ngompol RMOL Sumsel, Erik Okta Subadra mengakui, pihaknya konsen terhadap perkembangan politik di Sumsel. Diskusi politik dengan menghadirkan narasumber dan pengamat politik dinilai menjadi sarana penyampaian informasi agar masyarakat tahu bahwa sosok-sosok yang ditampilkan ini adalah calon wakil mereka.

“Gelaran diskusi ini akan terus dilakukan, dan rencana nanti akan digelar kembali,” ungkapnya.(sep/rel)

 

LEAVE A REPLY