Sepanjang 2015 Inflasi 3,10 Persen

0
662

 

RADAR PALEMBANG – Dalam rilis BPS, Sumsel tercatat mengalami inflasi sebesar 3,10 persen selama Januari – Desember 2015 (laju kumulatif). Sementara secara bulanan, inflasi Sumsel pada Desember 2015 sebesar 1,15 persen.

“Besaran inflasi tersebut  dinilai terkendali karena sesuai dengan target pemprov, yakni plus minus 4 persen,” terang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Selatan Bachdi Ruswana, Senin (4/1).

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Sutono  menambahkan, capaian inflasi itu tidak terlepas dari kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumsel sepanjang tahun lalu.  “ Ke depan, Sumsel perlu menjaga suplai dan demand untuk mengendalikan inflasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat Kota Palembang mengalami inflasi senilai 1,12 persen pada Desember 2015 yang dipicu oleh kenaikan harga pada kelompok bahan makanan.

Bachdi Ruswana mengatakan, kenaikan harga bahan makanan itu utamanya terjadi di komoditas cabai merah. “Enam kelompok pengeluaran di Kota Palembang mengalami kenaikan harga tetapi yang memberi andil paling besar adalah kelompok bahan makanan,” kata dia, Senin (4/1).

Dikatakanya, cabai merah merupakan salah satu dari 129 komoditas yang mengalami kenaikan, sementara 21 komoditas lainnya menurun. “ Kami memantau 386 komoditas yang ada di Palembang, selain cabai merah kenaikan juga terjadi pada telur ayam ras, bawang merah, dan tarif listrik,” terangnya.

Bachdi menjelaskan, kenaikan harga cabai merah tak hanya terjadi di Kota Palembang, Kota Lubuk. Linggau juga mengalami hal serupa. “ Kenaikannya senilai 80 persen dan memberi andil terhadap inflasi 0,83 persen atau menempati posisi pertama,” sambungnya.

Kota Lubuk Linggau sendiri tercatat mengalami inflasi sebesar 1,41 persen dengan laju inflasi kumulatif sampai  3,47 persen . “ Komoditas yang mengalami kenaikan harga yang menyebabkan inflasi di Kota Lubuk Linggau pada Desember sama dengan Palembang yakni cabai merah,” tukasnya.

Bedasarkan perhitungan kedua kota tersebut, untuk Sumsel mengalami inflasi sebesar 1,15 persen. Laju inflasi kumulatif sebesar 3,10 persen. “Untuk Sumatera, inflasi tertinggi dipegang Kota Sibolga dan disusul kota Bukit Tinggi dengan nilai mencapai 1,8 persen pada bulan lalu,” terangnya.

Selain itu, Pemprov Sumatra Selatan diminta  menjaga inflasi pada tahun ini dengan rutin mencermati perubahan harga setiap komoditas sehingga inflasi tetap terkendali seperti tahun lalu. (tma)

LEAVE A REPLY