Sawah Tadah Hujan Jadi Tanaman Sayur

0
324

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RADAR PALEMBANG  – Imbas dari tak stabil suplai air bagi lahan persawahan warga di desa Kabun Jati kecamatan Kota Agung membuat para petani terpaksa memanfaatkan potensi lahan sawah dengan menanam komoditi sayuran. Hal ini juga sebagai alternatif bagi petani selama gahal panen.

Doni (43) salah satu petani dikecamatan kota Agung mengatakan, suplai air yang berkurang membuat lahan persawahan mengering karenanya, agar memiliki penghasilan terpaksa haru melakukan pengolahan lahan dengan ditanami sayuran seperti Cabe, Daun bawang, Kacang tanah dan Labu siam. Sayuran yang ada bisa dijual kemasyarakat alternatif pasca gagal panen. “Sayuran tentu menjadi pilihan, sebab selain masa tanam yang relatif pendek, secara ekonomi komoditi jenis ini selalu menjadi kebutuhan warga, terutama ibu-ibu rumah tangga,”ujarnya.

Ditambahkannya, sawah tadah hujan yang biasanya digarap dengan 2 kali masa tanam untuk jenis Padi, tentu akan terhambat bila sawah mereka kekurangan air. “Satu kali masa tanama dimanfaatkan untuk menanam Padi, sedangkan masa tanam berikutnya digunakan untuk menanam sayuran dilahan yang sama,”imbuhnya.

Sarifa (35) petani lainnya menuturkan, apa yang dilakukannya hanya untuk menyikapi kondisi yang ada di daerahnya. Karena jika masih terlalu terpaku dengan satu jenis tanaman saja tentu akan berdampak pada pendapatan petani sebagai pengelolah lahan.

“Kini kami mulai memakai pola tanam seperti saat ini, sekali dalam setahun kami gunakan untuk menanam Padi, setelahnya baru kita gunakan untuk menanam sayuran. Untuk kebutuhan makan dalam setahun kita telah terjamin dengan stok padi yang ada,”jelasnya.

Kepala Dinas TPH Kabupaten Lahat Ir H Hafit Padli mengungkapkan, fenomena alih fungsi lahan sawah tadah hujan menjadi tanaman sayur dikecamatan Kota Agung sangat positif dan bisa menjadi alternatif selama musim kering. Hal ini tentu, akan berimbas pada perekonomian sehingga para petani tidak begitu mengalami krisis selama gagal panen.

“Dengan sayuran yang ada para petanu bisa mengkonsumsi dan menjualnya kemasyarakat. Sawah tadah hujan sangat bergantung pada air sehingga hal ini akan sangat baik dampaknya,”pungkasnya.(man)

 

 

LEAVE A REPLY