Satgas Yonif R 142/KJ Perkenalkan Pempek

0
356
Satgas Pamtas RI-RDTL sektor timur Yonif Raider 142/KJ saat memberikan pengetahuan tentang cara pembuatan makanan khas Palembang yaitu empek-empek kepada warga Dusun Laguju Desa Fulur Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur

RADAR PALEMBANG – Dalam rangka memupuk rasa kecintaan terhadap budaya dan tradisi yang ada di tanah air, Satgas Pamtas RI-RDTL sektor timur Yonif Raider 142/KJ memberikan pengetahuan tentang cara pembuatan makanan khas Palembang yaitu empek-empek kepada warga Dusun Laguju Desa Fulur Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur.

Pempek atau empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari daging ikan yang digiling lembut dan tepung kanji sagu, serta beberapa komposisi lain seperti telur, bawang putih yang dihaluskan, penyedap rasa dan garam yang disajikan dengan saus hitam yang dalam bahasa Palembang biasa disebut cuko.

Cuko terbuat dari air yang dimasak, kemudian ditambahkan bahan lainnya seperti gula merah, udang ebi, cabe rawit tumbuk, bawang putih, dan garam, pada awalnya cuko dibuat dengan rasa pedas, karena difungsikan sebagai penambah nafsu makan oleh masyarakat Palembang.

Namun seiring dengan perkembangan, cuko juga dibuat dengan rasa manis agar dapat mencukupi selera para penikmatnya, selain menggunakan saus cuko, empek-empek juga dapat ditambahkan dengan irisan mentimun dan mie kuning sebagai bahan pelengkap saat dikonsumsi.

Pada awalanya empek-empek terbuat dari ikan belida, dikarenakan semakin langkanya ikan tersebut maka diganti dengan ikan gabus yang mudah didapatkan oleh masyarakat disekitar wilayah Palembang, seiring dengan perkembangan, masyarakat mulai menggunakan berbagai jenis ikan sungai seperti ikan putak, toman, dan bujuk, selain itu juga dapat memakai berbagai jenis ikan laut seperti ikan tenggiri, ikan kakap dan ikan-ikan lainnya.

Jenis empek-empek sangat banyak dan bervariasi, diantaranya adalah empek-empek kapal selam, empek-empek lenjer, empek-empek bulat, empek-empek kulit ikan, empek-empek pistel, empek-empek telur kecil dan empek-empek keriting. (rel)

 

 

 

Selain melaksanakan tugas pokok menjaga keamanan wilayah perbatasan Indonesia – Timor Leste, Satgas Pamtas Yonif R 142/KJ juga melaksanakan tugas Pembinaan Teritorial Satuan Non Komando Kewilayahan (Binter Satnonkowil) dengan berkoordinasi bersama Satuan Komando Kewilayahan setempat serta Instansi Pemerintah terkait.

 

“Tujuan pelaksanaan tugas Binter Satnonkowil Satgas Pamtas Yonif R 142/KJ yang kami laksanakan adalah untuk mendukung setiap langkah program Pemerintah serta membantu mengatasi setiap permasalahan sosial yang timbul di lingkungan masyarakat perbatasan Indonesia – Timor Leste,” ungkap Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M selaku Dansatgas.

 

“Salah satu wujud pelaksanaan tugas Binter Satnonkowil yang dilaksanakan oleh personel kami di Pos Kewar, berupa pemberian bimbingan pelatihan tentang cara membuat makanan khas dari Palembang yaitu empek-empek,” ucap Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M.

 

“Kegiatan pembinaan dibidang keterampilan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan guna menambah menu masakan kaum ibu untuk memenuhi kebutuhan selera masakan dalam lingkungan rumah tangga, bila nantinya memiliki nilai jual maka bimbingan pelatihan ini akan menjadi salah satu peluang untuk peningkatan  ekonomi warga perbatasan sehingga akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tutur  Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M dengan tersenyum.

 

“Kegiatan bimbingan pelatihan tentang cara pembuatan makanan empek-empek ini dipimpin langsung oleh Serda Artison selaku Wadanpos Kewar bersama 4 orang personil lainnya,” tegas Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M.

 

“Kepedulian personel Pos Kewar terhadap kondisi perekonomian warga masyarakat diharapkan dapat lebih mempererat hubungan tali silaturahmi yang telah terjalin dengan baik selama ini, sehingga di harapkan dapat lebih memperkokoh kemanunggalan TNI-rakyat di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste,” imbuh Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M., di Mako Satgas Atambua (3/3/2020).

 

Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M selaku Dansatgas selalu berpesan kepada setiap personelnya yang berada di sepanjang garis perbatasan Indonesia – Timor Leste, agar kehadiran mereka ditengah-tengah masyarakat dapat memberikan motivasi, menjadi solusi, memberikan pengaruh positif serta bermanfaat bagi warga perbatasan yang ada di sekeliling mereka secara langsung.

 

Sementara itu, Ibu Anggelina Soi (36) merupakan salah seorang warga Dusun Laguju menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Satgas Pamtas Yonif R 142/KJ, khususnya personel Pos Kewar yang selalu berbagi ilmu dan pengetahuan.

 

“Terima kasih bapak TNI atas ilmu dan pengetahuan yang telah diberikan kepada kami,” ucap Ibu Anggelina Soi.

 

“Semoga seluruh bapak TNI yang sedang melaksanakan tugas menjaga wilayah perbatasan selalu diberi kesehatan dan keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dapat membantu kesulitan warga di sini serta kembali dengan selamat hingga dapat berkumpul kembali dengan keluarga di rumah,” tambah Ibu Anggelina Soi.

 

Terpisah, Sertu Riaddus Solihin selaku Danpos Kewar menyampaikan tanggapannya atas kegiatan yang telah dilaksanakan oleh personelnya guna menambah ilmu dan pengetahuan warga yang ada di sekitar mereka.

 

“Melalui kegiatan ini, mari kita pererat tali silaturahmi yang telah terjalin dengan baik selama ini, sehinga akan memperkokoh persatuan dan kesatuan kita di tapal batas NKRI,” tandas Sertu Riaddus Solihin selaku Danpos Kewar.

 

LEAVE A REPLY