Santunan Jasa Raharja Naik 100 Persen

0
550

 

 

 

RADAR PALEMBANG – Jika tidak ada aral melintang, maka pada 1 Juli 2017 PT Jasa Raharja (Persero) akan menaikkan nilai santunan. Kenaikan santunan tersebut mencapai 100 persen dari nilai santunan yang berlaku saat ini.

Direktur Utama Jasa Raharja Budi Setyarso mengatakan, pihaknya telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keuangan terkait besaran santunan tersebut. Sebagai informasi, perusahaan asuransi sosial ini menghitung kenaikan santunan kecelakaan yang berakibat meninggal dunia dan cacat tetap naik dari Rp 25 juta menjadi Rp50 juta.

Sementara itu, korban kecelakaan yang berakibat luka-luka dan membutuhkan perawatan di rumah sakit naik dari Rp 10 juta menjadi Rp 20 juta. “Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nya sudah turun, nomor XV dan XVI, santunan semua naik 100 persen. Namun kalau untuk kecelakaan pesawat dari Rp 50 juta jadi Rp 60 juta, dan berlakunya mulai 1 Juni nanti,” kata Budi, di sela-sela pertemuan dengan Komisi VI DPR RI, di Hotel Aryaduta Palembang, Senin (27/2).

Menurut mantan Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sumsel ini, kenaikan ini dilihat dari kondisi keuangan Jasa Raharja, dimungkinkan untuk meningkatkan santunan sebesar 100 persen, dan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah dalam hal ini melalui PT Jasa Raharja kepada masyarakat.

Selain itu, besaran santunan selama ini, dirasa nilai manfaat santunan, sudah tidak mencukupi dengan kondisi sekarang. “Ini semua, karena biaya kehidupan itu mahal, kalau ditinggal suaminya atau keluarganya yang meninggal bagamana. Kedua, kalau luka-luka obat itu mahal, jika Rp 10 juta itu tidak dapat apa-apanya, operasi saja bisa mencapai Rp 25 juta. Makanya ibu menteri keungan memandang perlu menaikan 100 persen,” katanya.

Kenaikan santunan nantinya, dipastikan Budi tidak akan diikuti dengan kenaikan premi atau iuran dari golongan kendaraan tertentu.  “Jadi santunan naik, tanpa diikuti kenaikan pembayaran wajib dan iuran wajib selama ini dipungut, kalau diansuransi namanya premilah. Sehingga, beban masyarakat tetap, namun santunannya naik,” katanya.

Ditambahkam Budi, dalam proses pencairan santunan kecelakaan selama ini, telah dilakukan pihaknya secara cepat, agar dananya bisa dimanfaatkan bagi ahli waris.

“Santunan kita, kalau korban meninggal ditempat, itu 1 hari 1 malam harus dibayar. Kalau kejadian disini (Palembang) dan ahli warisnya di Medan, survey dilakukan saat malam itu dan paginya dibayarkan,” katanya..

Sementara untuk korban luka-luka PT Jasa Raharja akam memberikan jaminan kepada pihak rumah sakit atau klinik, agar korban tetap diberikan perawatan. “Seperti di RS Charitas, nanti kita bayarkan ke Charitas, jangan sampai orang itu dimintakan uang muka baru dilayani, dan jelas pihak Jasa Raharja  mengeluarkan surat jaminan,” katanya.

Budi juga mengatakan, proses santunan yang mereka lakukan selama ini sudah cepat, dan pihaknya telah menjalin kerjasama secara on line dengan pihak kepolisian, dimana jika terjadi kecelakaan akan segera diketahui. “Kalau kita dapat laporan kepolisian hari ini, besok pagi kita cari untuk mendapat jaminan supaya mudah. Selama ini juga sudah dilakukan dan merata, karena sekarang kami mudah mendapatkan data dari polri maupun laporan masyarakat atau keluarga korban, dan kita langsung turun kelapangan,” katanya.

Sementara Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sumsel Suhadi menyatakan, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sumatera Selatan (Sumsel), memastikan dalam mewujudkan pelayanan yang prima, pihaknya terus mempercepat penyelesaian pembayaran santunan kepada korban meninggal lakalantas di TKP dalam kurun 1 hari dan maksimal 6 hari.

Diterangkannya, sepanjang tahun 2016 dari Januari hingga Desember lalu, PT Jasa Raharja Cabang Sumsel telah membayarkan klaim (santunan) sebesar Rp 30,5 miliar. Nilai itu turun sekitar Rp 3 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015.(tma)

BAGIKAN
Berita sebelumyaPusri Defisit Gas
Berita berikutnyaCetak Laba Rp 48 Miliar

LEAVE A REPLY