Santri Ponpes Kiai Marogan Belajar Entrepreneur

0
225

RADAR PALEMBANG, Para santri pondok pesantren (ponpes) Kiai Marogan tidak hanya dibekali ilmu agama Islam tapi juga Ilmu berwirausaha.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Pondok Pesantren Kiai Marogan Ustad Masagus Fauzan Yayan saat Training Santri Entrepreneur yang digelar di Ponpes Kiai Marogan  Jalan Talang Betutu Palembang Jumat (11/10). Dalam training tersebut menghadirkan Ketua kelompok Tani Cik amin Makmur dari Kabupaten Bandung.
Ustad Yayan sapaannya mengatakan,  para santri merupakan bagian dari generasi milenial yang perlu didorong untuk lebih mandiri. “Salah satu jalannya adalah lewat kewirausahaan, ” ujarnya.
Menurut Ustad Yayan, sosok Kiai Marogan  selain dikenal sebagai ulama  besar di Sumsel dan kota Palembang juga dikenal sebagai pedagang yang sukses.
“Semangat entrepreneur Kiai Marogan itulah yang patut ditiru oleh para santri,” katanya.
Ustad Yayan menceritakan tentang
materi training yang diajarkan yakni  bagaimana mengolah jamur tiram putih menjadi aneka produk makanan.
“Saat ini, kita belajar dulu baik itu tentang budidaya maupun mengolah jamur menjadi aneka olahan makanan. Setelah bisa kita akan berusaha belajar memproduksi sendiri untuk dipasarkan di wilayah Sumsel dan Palembang, “ucapnya
Nia Kania Sari Ketua Kelompok Tani Cik amin Makmur (Shupha) Bandung mengatakan, dalam pelatihan  olahan jamur tiram ini ada empat macam yang diajarkan  yakni jamur tiram diolah jadi sate, manisan, gepuk jamur dan crispy jamur. “Saya ada 15 item olahan makanan dari jamur tiram, namun untuk pelatihan ini saya hanya diminta mengajarkan 4 item saja, “ucapnya.
Menurut Nia, dirinya menggeluti olahan dari jamur tiram ini sudah lebih dari 10 tahun dan produk yang dibikin sudah banyak dipasarkan di berbagai outlet dan supermarket yang ada di kabupaten Bandung. ‘Di Bandung orangnya  kreatif,  jika lambat melakukan  kreasi dan inovasi  baik itu tentang rasa makanan maupun kemasan maka akan kalah bersaing, “ucapnya.
Nia juga berharap ilmu yang diajarkan ini bisa bermanfaat bagi para santri kedepannya.
Ais Qomarudin  Fasilitator Training mengatakan, kalau kegiatan training ini digelar selama 3 hari (11-13 Oktober) “Hari pertama kita beri materi pelatihan bagaimana mengelola jamur tiram jadi aneka produk makanan. Hari kedua kita coba untuk produksi dan Hari ketiga yakni Minggu (13/10) kita ajarkan bagaimana cara pemasarannya. kali ini kita coba jual di seputaran Kambang Iwak   Palembang,” ujarnya.
Ais juga menjelaskan kalau pelatihan santri untuk bisa mandiri ini telah dia kali digelar pertama di Garut kedua di Palembang. “Kedepan kita akan coba ajarkan di berbagai pesantren yang ada di Indonesia, ” Jelasnya. (sep)

LEAVE A REPLY