Sambut Imlek, Peduli Sesama

0
2769

+ Paguyuban  Masyarakat ANXI Sumsel

RADAR PALEMBANG, Paguyuban masyarakat ANXI Sumsel menyambut tahun baru
Imlek 1571 menggelar kegiatan bakti sosial berupa bagi-bagi paket
sembako.


Sukarta ketua paguyuban ANXI Sumsel didampingi Hardi, Akien, Hendri
dan panitia lainnya  mengatakan  kegiatan bagi bagi paket Imlek ini
merupakan agenda rutin ANXI Sumsel dalam 2 tahun terakhir. “Ini
merupakan wujud kebersamaan dalam merayakan Imlek bersama Paguyuan
Masyarakat ANXI Sumsel,”katanya  saat  menyerahkan bantuan di
Kelenteng marga Chu Ciung Pek King di Jalan Sungai Hitam Bukit
Palembang Selasa  (14/1).
Menurut Sukarta, paket Imlek yang dibagikan ini dilakukan secara
bertahap mulai Minggu (12/1) hingga menjelang Imlek  totalnya sekitar
1.000 paket .”Paket- paket Imlek ini berasal dari masyarakat yang
ingin bantuannya disalurkan lewat paguyuban ANXI Sumsel,”katanya
Sukarta mengatakan, paket Imlek ini dibagikan kepada warga  Tionghoa
kurang mampu di Kota Palembang seperti di kawasan Jakabaring, Bukit
Besar, Sukabangun II, Sako Kenten,  Jalan Dr M Isa dan  berdasarkan
survei yang telah dilakukan sebelumnya.
“Isi dari paket Imlek yang dibagikan yakni terdiri dari beras, minyak
sayur, gula pasir, tepung, bihun, sirup ABC dan biscuit. Mudah-mudahan
bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Tionghoa yang merayakan
Imlek,”katanya.
Sukarta juga menjelaskan  tentang Imlek atau Sin Tjia  yang merupakan
sebuah perayaan yang dilakukan oleh para petani di Cina yang biasanya
jatuh pada tanggal satu di bulan pertama di awal tahun baru. “Perayaan
ini juga berkaitan dengan pesta para petani untuk menyambut musim
semi,”ujarnya.
Karena perayaan Imlek berasal dari kebudayaan petani, sambung Sukarta,
maka segala bentuk persembahannya adalah berupa berbagai jenis
makanan. Idealnya, pada setiap acara sembahyang Imlek disajikan
minimal 12 macam masakan dan 12 macam kue yang mewakili
lambang-lambang shio yang berjumlah 12.
Di Cina, hidangan yang wajib adalah mie panjang umur (siu mi) dan
arak. Di Indonesia khususnya Palembang, hidangan yang dipilih biasanya
hidangan yang mempunyai arti “kemakmuran,” “panjang umur,”
“keselamatan,” atau “kebahagiaan,” dan merupakan hidangan kesukaan
para leluhur.
“Kue-kue yang dihidangkan biasanya lebih manis daripada biasanya.
Diharapkan, kehidupan di tahun mendatang menjadi lebih manis. Di
samping itu dihidangkan pula kue lapis sebagai perlambang rezeki yang
berlapis-lapis. Kue mangkok dan kue keranjang juga merupakan makanan
yang wajib dihidangkan pada waktu,”terangnya.(sep)

LEAVE A REPLY