Sako Terbanyak Terjangkit DBD

0
109

 RADAR PALEMBANG,  – Demam Berdarah Dengoe [DBD] tidak mengenal usia, siapa pun bisa terserang oleh penyakit ini. Mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga orang yang sudah tua pun bisa mengalaminya. Penyakit ini tidak menular secara langsung, namun nyamuk pembawa virus dengue bisa menyebarkan virus melalui gigitan di kulit. Jadi, tak heran jika ada satu atau dua orang dalam satu keluarga atau lingkungan yang terkena demam berdarah bersamaan.

Di musim cuaca tak menentu saat ini penyebaran DBD begitu cepat, oleh sebab itu masyarakat di Kota Palembang perlu mewaspadainya.

Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat  Januari- Februari 2019 di Kecamatan Sako Palembang, angka DBD menduduki peringkat tertinggi, terutama untuk angka kejadian (Insiden Rate) kasus Demam Berdarah Dengoe (DBD).

Kelapa Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr. H. Letizia, M.Kes, melalui Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Palembang, dr. Fauzia, M.Kes menerangkan data tersebut berdasarkan laporan kasus yang terus di update pihak Dinsos Palembang.

“Untuk total laporan kasus yang kita update dari Januari sampai sekarang ada 150 Kasus dan di Februari sampai kemarin sebanyak 21 kasus,” ungkapnya, saat ditemui di Kantor Dinkes Palembang, Senin(11/2/19).

Menurut data yang masuk itu, terang Fauzia, Insiden Rate kalau berdasarkan wilayah Kecamatan Sako menempati urutan pertama dengan 29,1 per 100 ribu penduduk, kemudian Kecamatan Jakabaring dan Kecamatan Sukarame.

Meskipun hanya Inside Rate, di Kota Palembang masih jauh dari target ambang batas yang ditetapkan kementerian kesehatan, yakni harus dibawah 49  per100 ribu penduduk.

Dinkes Kota Palembang tetap melakukan program penyuluhan dan pencegahan untuk menekan angka kasus dari DBD itu. Selain Program yang sudah dilakukan Dinkes, yakni konsep pencegahan dengan tiga cara fisik, kimia dan biologi.

Ke depannya pihak akan terus melakukan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang prilaku meniadakan tempat jentik nyamuk ini berkembang dan meningkatkan kapasitas petugas ke masyarakat bukan hanya untuk pencegahan tetapi mengenali langsung terserang DBD atau tidak, kalau ada anak yang demam mendadak.

Di tahun ini juga, pihak Dinkes akan mengundang pihak lintas sektor dan akan menggalakkan lagi kelompok kerja penanggulangan DBD sampai tingkat kelurahan, karena DBD ini tidak hanya dengan kesehatan diri saja melainkan kesehatan lingkungan terus dijaga kebersihannya.

Kemudian, pihaknya juga sudah mengkoordinasikan kepada Dinas Perikanan untuk penyediaan Ikan Tempalo, cuma masih dalam tindak lanjut dan Surat koordinasi ke Diknas Kota Palembang untuk mengadakan Juru Pemantau (Jentik) Cilik disekolah dari tingkat Paud sampai SMA. “Mengapa kita libatkan anak – anak, karena usia 4 sampai 15 tahun yang paling banyak ditemui dalam kasus ini,” terangnya.(spt)

LEAVE A REPLY