Sadar Wisata, Pemuda PALI Bangun Objek Wisata Baru

0
238
objek wisata di sekitar kawasan candi Bumi Ayu Kecamatan Tanah Abang

RADAR PALEMBANG РPrihatin dengan kurangnya objek wisata di Bumi Serepat Serasan, sekumpulan pemuda yang tergabung pada Pemuda Sadar Wisata (PSW)  membangun sebuah objek wisata di sekitar kawasan candi Bumi Ayu Kecamatan Tanah Abang diatas lahan milik keluarga salah satu anggota PSW.

Hasilnya, meski sederhana namun objek wisata yang diberi nama Tebat Bambu itu menawarkan keindahan yang eksotis dan suasana tenang akan terasa bagi pengunjung yang datang.

Tempat wisata yang telah dibuka sejak 1 Januari 2020 itu sangat mudah untuk dijangkau, hanya berjarak 30 meter dari sanggar Seni Candi Bumi Ayu. Diungkapkan Arli Firgianto Amrad (27) pengola wiasata Tebat Bambu bahwa sejak pertama kali dibuka, dari catatan pengunjung yang teregister di pintu masuk sudah lebih dari 3.000 orang.

“Alhamdulillah, antusias pengunjung yang datang ke tempat kita ini cukup banyak dan sampai ribuan. Dari rekap terakhir itu sudah lebih dari 3.000 yang datang kesini,” ungkapnya. Senin (18/1/21). Untuk administrasi dan wisata yang ditawarkan, dijelaskan Arli pihaknya hanya menarik biaya sebesar Rp 2.000 per pengunjung, sedangkan parkir dan wisatanya gratis.

“Kita hanya mendata nama pengunjung atau perwakilan rombongan dan tempat asal. Untuk berwisata swafoto di gubuk buatan ataupun di jembatan hutan diatas air maupun untuk bersantai ria kita gratiskan, bahkan kita juga sediakan tikar untuk tempat duduk secara cuma-cuma. Sebenarnya kita juga ada camping ground, tetapi masih terkendala pandemi Covid, jadi belum sepenuhnya dilaksanakan,” bebernya.

Diakuinya bahwa terciptanya wisata Tebat Bambu itu bermula dari kecenderungan kurangnya wisata alam diwilayah Kabupaten PALI dan menciptakan varian wisata dari wisata Candi Bumi Ayu.

“Kita dan teman-teman lainnya yang tergabung di pemuda sadar wisata ini merasa prihatin dengan kurangnya tempat wisata di wilayah kita terutama di Kabupaten PALI. Sehingga, kita memantapkan untuk melakukan hal ini, yang dampaknya juga dirasakan masyarakat lain, yang penting masyarakat umumnya di PALI tidak jauh-jauh lagi liburan baik dengan keluarga maupun¬† dengan temannya,” jelasnya.

Untuk lahan sendiri, dirinya menjelaskan bahwa wisata tersebut terletak di kebun karet yang tak jauh dari aliran anak sungai milik keluarganya sendiri. “Kalau kebun milik keluarga, tetapi disini kita membangunnya bersama teman-teman dari pemuda sadar wisata dengan modal dan ide kita yang tentunya pembangunannya masih terbatas dan bagi kami masih banyak yang harus dilengkapi,” tuturnya.

Dengan modal pribadi, lanjutnya, tentu masih adanya kendala yang harus di maklumi para pengunjung. “Kita juga merasa banyak yang kurang dan harus dilengkapi, tetapi tidak menyurutkan kita. Dari administrasi pengunjung kita bisa sedikit demi sedikit melengkapi. Yang paling sulit itu untuk hutan air, karena kita belum bisa mengatur debit air yang ada disebabkan belum adanya bendungan. Lalu, untuk akses dari sanggar seni hanya dapat dilalui roda dua, karena belum adanya jembatan. Semoga pemerintah dapat merampungkan pembangunan dan kita juga lebih mudah berkreasi menambah wisata Tebat Bambu ini,” harapnya. (whr)

 

LEAVE A REPLY