Sabu Senilai Rp 2 M Diblender

0
639

 

RADAR PALEMBANG – Sabu-sabu seberat 2 kilogram yang berhasil diungkap jajaran Polres OKU Timur beberapa waktu lalu, dimusnahkan dengan cara di blender. Pemusnahan sabu-sabu senilai Rp 2 miliar tersebut dilakukan pada rangkaian kegiatan upacara Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2019 dengan inspektur upacara Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi SSos MSi.
Sebelum diblender sabu-sabu tersebut dilakukan tes uji laboratorium oleh tim Labfor Polda Sumsel. Dimana hasilnya sabu-sabu dalam bentuk kristal yang rencananya akan diedarkan di Kabupaten OKU Timur tersebut merupakan sabu-sabu terbaik.
Pemusnahan dilakukan Bupati dengan didampingi Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) OKU Timur AKBP Gendi Marzanto SH MH dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Usai diblender menggunakan cairan khusus, selanjutnya sabu-sabu tersebut dibuang ke dalam kloset dengan dikawal ketat aparat kepolisian.
Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi SSos MSi saat dibincangi mengatakan, OKU Timur dengan luas wilayah 3.370 km per segi dan jumlah penduduk hampir 700 ribu jiwa menjadi tempat yang sangat potensial dalam peredaran gelap narkotika. “Khusus di OKU Timur peredaran narkoba didominasi terjadi di desa-desa khususnya saat terjadi pesta dan organ tunggal,” ujar Kholid.
Ditambahkan Bupati, pengungkapan sabu-sabu sebanyak 2 kilogram tersebut selain menjadi prestasi bagi pihak kepolisian, sekaligus menjadi musibah bagi daerah. Dimana hal ini membuktikan Peredaran narkoba di Bumi Sebiduk Sehaluan cukup tinggi. “Peredaran narkoba di OKU Timur dilakukan secara terselubung pada pesta-pesta di masyarakat. Untuk itu menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama utk memberantas narkoba,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) OKU Timur AKBP Gendi Marzanto SH MH menambahkan, peringatan HANI tahun 2019 dilakukan secara serentak di seluruh dunia sebagai bentuk perlawanan dunia terhadap narkotika. Untuk di OKU Timur kitta melakukan perlawanan terhadap narkoba dengan tiga cara mulai dari Pencegahan, Sosialisasi dan Rehabilitasi.
“Upaya-upaya pencegahan dan sosialisasi sudah dan terus kita lakukan. Bahkan hari ini kita menunjuk tiga orang relawan anti narkoba. Sementara untuk rehabilitasi sejauh ini kita sudah lakukan terhadap 4 orang. Untuk OKU Timur sendiri menempati peringkat 10 peredaran narkoba di Sumsel,” pungkasnya.(awa)

LEAVE A REPLY