Restrukturisasi Dorong Kinerja Laba 

0
164
RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa tahun 2020 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sumsel di Hotel Arista Palembang. Perseroan berhasil menurunkan NPL (non performing loan) secara drastis

RUPS BPR Sumsel 

RADAR PALEMBANG – Salah satu poin yang disampaikan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa tahun 2020 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sumsel yakni berhasil menurunkan NPL (non performing loan) secara drastis.

Hal ini diungkapkan Direktur Utama BPR Sumsel, Marzuki ditemui usai rapat di Hotel Arista Palembang. Secara umum kinerja, pihaknya bersyukur RUPS berjalan lancar pada pembukuan tahun 2019.

Ia menambahkan, laporan pertanggungjawaban direksi diterima pemegang saham dalam hal ini Gubernur Sumsel yang diwakili Asisten II Pemprov Sumsel.  “Tahun 2019 BPR Sumsel membukukan kinerja positif laba Rp 4,88 miliar. Dan berhasil menurunkan NPL 38,1 persen menjadi 24,24 persen. Para pemegang saham memberikan apresiasi atas kinerja positif seluruh jajaran pegawai BPR Sumsel, ” ujarnya.

Dia menuturkan, langkah-langkah yang dilakukan oleh pihaknya untuk menuunkan NPL adalah melakukan penagihan intensif kepada debitur macet. Kemudian melakukan proses lelang kepada debitur macet.  Selain itu, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan pihak kepolisian terdahap debitur yang tidak kooperatif seperti kabur atau menjual agunan nasabah bermasalah.

Tak ketinggalan, ada juga debitur yang dilakukan restrukturisasi kredit atau pembiayaannya. “Untuk debitur yang usahanya masih berjalan,  kita melakukan restrukturisaai agar usahanya sehat,” ucapnya.

Marzuki mengungkapkan, prestasi yang diraih BPR Sumsel adalah laporan audit yang meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP). “BPR Sumsel sudah 2 tahun ini meraih WTP, ” katanya.

Untuk pencapaian finansial, lanjut dia,  adalah OJK sudah mencabut sanksi bank dalam pengawasan intensif menjadi pengawasan normal.  Marzuki menambahkan, pihaknya bersyukur pada tahun 2019 penyaluran kredit Rp49 miliar dengan 420 nasabah, itu meningkat dari tahun sebelumnya Rp42 miliar dari 370 nasabah.

“Untuk dana pihak ketiga (DPK) Rp 84,5 miliar pada 2019, sedangkan tahun sebelumnya Rp 87 miliar. Tahun 2020 kita optimis dapat mencapai target dari DPK karena komisaris kita lengkap, ” ujar dia. (dav)

 

 

 

LEAVE A REPLY