REI Sumsel Kembali Gelar Pameran Perumahan

0
803

 

RADAR PALEMBANG, Real Estate Indonesia (REI) Sumsel bakal menggelar Real Estate Expo 2017 di atrium Palembang Square pada 21 – 26 Maret mendatang. Dalam even kali ini, REI menargetkan nilai transaksi mampu mencapai Rp 50 miliar.

 

Sekretaris DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumsel, Bagus Pranjaya mengatakan, gelaran expo tahun ini sebagai motor pembangkit bisnis properti, khususnya di sektor rumah komersil. “Nanti akan ada sekitar 49 stand yang disediakan dan dipastikan sedikitnya ada 13 developer rumah mewah yang sudah cukup ternama akan ikut ambil bagian,” kata dia, Rabu (15/3).

 

Pada gelaran expo kali ini, REI bertujuan membangkitkan penjualan rumah komersil. “Sinyal akan membaiknya penjualan rumah komersil terlihat dari membaiknya ekonomi dan berbagai sektor komoditi unggulan Sumsel selama ini,” katanya.

 

Bagus menambahkan, hingga Maret penjualan property rumah mewah masih lambat, bahkan ini banyak di keluhkan para developer.“Banyak teman (developer, red) yang keluhkan minimnya penjualan, bahkan ada yang belum terjual sama sekali,” katanya.

 

Kondisi ini, menurut Bagus, dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya pembeli yang cendrung banyak menahan (wait and see) dan pengucuran kredit perbankan KPR yang sangat ketat. “Pembeli sudah susah di dapat, sekalinya ada terbentur dengan kredit di perbankan. Kondisi ekonomi, membuat perbankan ekstra hati-hati, sehingga pembelian rumah yang lewat proses KPR juga sulit,” katanya.

 

Oleh karenanya, kata Bagus, penjualan property rumah mewah masih sulit di tahun ini. meski pihaknya banyak berharap dari program Tax Amnesty (TA) yang akan berkahir di Maret ini, tapi itu tidak cukup berpengaruh, pasalnya TA yang di gadang-gadang bakal memacu bisnis property sejauh ini tidak terjadi. “Kami telah menunggu pada akhir periode dua lalu (Desember 2016), namun itu tidak terjadi, tidak ada pengaruhnya secara langsung,” katanya.

 

Seperti tahun lalu penjualan rumah mewah yang hanya menyumbang sekitar 10 persen dari total penjualan rumah sebesar 7000 sampai 8000 unit diproyeksi tak banyak berubah, melihat dari awal tahun ini yang cenderung masih stagnan. “Target dari REI tahun ini tetap sama, kontribusinya 10 persen. Namun kami harap unit penjualan naik, karena target penjualan secara all tahun ini kami optimis bisa tembus ke 10.000 unit,” katanya.

 

Meski dari sisi penjualan rumah mewah di nilai sulit, tidak halnya dengan permintaan rumah murah atau MBR yang terbilang masih bagus. “90 persen penjualan rumah di Sumsel merupakan MBR, karena pasranya memang masih bagus,” katanya. Oleh karenannya, kata dia, para developer yang awalnya hanya bermain di propery rumah mewah banyak juga beralih ke MBR. “Ini untuk membuat bisnis tetap berjalan,” imbuhnya.

 

Terkait dengan upaya untuk meningkatkan penjualan rumah mewah, Bagus menegaskan ini perlu effort ekstra. “perlu penanganan khusus. Kalau dari REI ya kami pacu lewat event REI expo pada 21 maret mendatang di Palembang Square (PS) mall,” tambahnya.

 

Di event ini nantinya, lanjut Bagus akan ada sekitar 49 stand yang ikut, dimana bukan hanya developer, tapi juga perbankan dan lainnya. REI expo kali ini banyak penawaran menarik yang di berikan khususnya bagi 13 developer rumah mewah ambil bagian di event kali ini. “Selama event berlangsung kami menargetkan dapat tebus transaksi Rp50 Miliar,” tandasnya. (tma)

LEAVE A REPLY