Regional Mobile Legends Piala Presiden Esports 2019

0
263

 

RADAR PALEMBANG, – Palembang menjadi satu dari delapan kota di Indonesia yang menjadi tuan rumah kualifikasi regional Piala Presiden Esport 2019. Selama dua hari mulai dari 9-10 Februari. Para peserta akan saling beradu skill dan strategi untuk menjadi yang terbaik di regional Palembang.

“Dari 64 tim yang ikut kualifikasi regional Palembang akan diambil juaranya untuk mewakili regional. Nanti para juara di 8 kota ini akan diadu lagi dengan 8 tim hasil kualifikasi online sehingga ada 16 tim di putaran final yang akan diselenggarakan di Istora Senayan, 30-31 Maret 2019,” ujar Vice President Indonesia Esport Premier League (IESPL), Rangga Danu Prasetyo, di Palembang Sport & Convention Center (PSCC).

Menurut Danu, dari kualifikasi offlinedi 8 kota yaitu Palembang, Denpasar, Makassar, Surabaya, Manado, Solo, Pontianak dan Bekasi, tercatat telah ada rata-rata 300 tim yang mendaftarkan diri. Sedangkan pihaknya menargetkan di setiap kota bisa mencapai 500 tim yang berkompetisi.

“Kalau secara umum target tim yang mendaftar kami harapkan bisa mencapai 4.000 tim dimana saat ini baru kisaran 2.000 tim. Kami optimis target tercapai karena selain kualifikasi offline nanti juga akan ada kualifikasi online,” ujar Head of Organizing Committee Piala Presiden Esports 2019 ini.

Memperebutkan hadiah total Rp1,5 miliar, lanjut Danu, para pemenang turnamen esports ini juga berkesempatan menjadi atlet profesional. Seperti halnya cabang olahraga lain, esports juga memiliki kompetisi dan berbagai kejuaraan hingga tingkat dunia.

“Tim esports Indonesia cukup menjanjikan. Ada beberapa tim yang pernah menjuarai berbagai kejuaraan internasional. Bahkan ada atlet esports Indonesia yang dikontrak klub asal China dan menjadi juara dunia. Makanya kami mengadakan kejuaraan ini untuk anak muda menyalurkan hobi nge-game menjadi ajang prestasi,” tambahnya

Danu menjelaskan, dipilihnya Mobile Legends di antara beberapa game yang ada untuk dikompetisikan, dikarenakan game inilah yang membuat masyarakat luas mengetahui tentang esports. Selain itu, waktu yang cukup sempit menjadi alasan berikutnya dari panitia kemudian memutuskan untuk hanya mengkompetisikan Mobile Legends.

“Di esports sendiri ada beberapa game yang dikompetisikan seperti Dota, CSGO, Point Blank, FIFA, Mobile Legends, dan lainnya. Tapi karena pertimbangan waktu maka kami pilih Mobile Legends. Mudah-mudahan kedepan seiring semakin tumbuhnya esports di Indonesia, akan semakin banyak yang dimainkan,” kata dia

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Kemenpora RI Bayu Rahadian mengatakan, pemerintah sangat mendukung esports menuju cabang olahraga profesional. Memang kata Bayu, saat ini Indonesia Esports Association (IESPA) masih menjadi bagian dari Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi). Akan tetapi Kemenpora mendorong agar IESPA menjadi organisasi cabor mandiri seperti yang lain.

“Kami sangat berharap dan mendorong agar IESPA dapat meningkatkan kapasitas organisasinya agar berdiri sendiri. Apalagi federasi olahraga internasional seperti OCA sudah approval bahwa esports menjadi salah satu cabor yang dipertandingkan di pesta olahraga multievent,” tutupnya. (fen)

LEAVE A REPLY