Realisasi RS Provinsi Tertahan

0
904
Foto : Kantor Gubernur Sumsel sebagai pusat kebijakan

 RADAR PALEMBANG – Keinginan pemerintah provinsi Sumatra Selatan ir H Alex Noerdin untuk mempercepat pembangunan RS Provinsi yang rencananya akan memiliki berbagai fasilitas dengan standar internasional terbilang tidak mudah, Pasalnya Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel mengaku masih menunggu kepastian pengesahan aturan perda tahun jamak untuk RS tersebut.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, dr Hj Fenty Aprina MKes mengatakan, dengan adanya perda pembangunan tahun jamak ini, pihaknya berharap ke depan tidak ada lagi penundaan pembangunan karena mereka wajib melaksanakan proses tender dari awal yang terbilang memakan waktu.

“Secara keseluruhan pembangunan fisik untuk RS ini membutukan dana hingga Rp 600 miliar dan untuk tahun ini dialokasikan Rp 32 miliar. Nah, kedepan kita menunggu untu segera disahkan tahun jamak sehingga pembangunan bisa lebih cepat lagi,” ujar Fenty saat diwawancara di kantor gubernur jumat lalu.

Ia mengatakan, percepatan pembangunan memang sangat dibutuhkan. Adanya RS ini diharapkan bisa menjadi solusi atas ramainya masyarakat yang berobat di RSMH, tidak kalah penting ini juga merupakan salah satu bentuk komitmen Gubernur Sumsel H Alex Noerdin terhadap bidang kesehatan. “Ini untuk menyukseskan program berobat gratis juga,” terangnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin sebelumnya mengatakan, RS ini nantinya akan menjadi mitra RS Muhammad Husin (RSMH) Palembang yang merupakan milik Pemerintah Pusat. Dengan begitu masalah daya tamping RS yang ada di Sumsel dapat segera teratasi dengan baik.

“Jadi, termasuk dokter dan perawatnya juga nanti berasal dari RSMH. Begitupula dengan fakultas kedokteran Unsri yang dibikinkan gedung, “ tegas Alex. Ia mengklaim RS itu merupakan RS umum baru milik pemerintah provinsi. RS itu ditargetkan menjadi rumah sakit pendidikan paling modern di Tanah Air.(alk)

 

LEAVE A REPLY