Realisasi PBB Rendah, Camat Diminta Kerja All Out

0
776

 

 

+ BPPRD Muba Launching Pajak Online

 

RADAR PALEMBANG, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin mengingatkan para camat yang realisasi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor perdesaan dan perkotaan masih rendah untuk bekerja all out.

Hal itu disampaikan orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini dalam acara Kunjungan Kerja dan Silaturahmi Bupati Muba dengan Masyarakat Kecamatan Babat Toman Dalam Rangka Bulan Bhakti PBB dan Gebyar Pajak Daeah Kabupaten Muba 2018, di Lapangan Kantor Lurah Babat Kecamatan Babat Toman, kemarin

“Memang saat ini tahun masih berjalan, belum final. masih ada waktu agar seluruh camat dan segenap unsur untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” ujar Dodi.

Dikesempatan yang sama juga dilakukan penandatangan kerjasama antara BPPRD dengan Bank Sumsel Babel dalam hal pelayanan pajak online. Pihak BPPRD juga telah melakukan MoU dengan pihak PT Pos Indonesia cabang sekayu dan pihak Kejaksaan negeri Sekayu.

Sementara itu berdasarkan data Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Muba terdapat tiga kecamatan yang realisasi PBB nya rendah hingga 19 September 2018 yakni Kecamatan Babat Supat dengan persentase 19,60%, Kecamatan Tungkal Jaya dengan persentase 14,06% dan Kecamatan Lais dengan persentase 8,80%.

“Saya minta seluruh camat all out untuk meningkatkan realisasi PBB di wilayahnya. Jika di akhir tidak mencapai target, pasti ada punishment atau sanksinya. Apa bentuk sanksinya itu akan kita bahas, terpenting harus all out,” tegas Dodi.

Bagi kecamatan yang memperoleh realisasi terbesar akhir tahun nanti, sambungnya dipastikan mendapat reward atau hadiah atas prestasi yang diberikan. Dimana untuk saat ini tiga besar realisasi PBB masih dipegang oleh Kecamatan Babat Toman dengan persentase 75,50%, Kecamatn Keluang dengan persentase 48,12% dan Kecamatan Sanga Desa 44,96%.

Sementara, Plt Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Muba, Jexi Levin, mengatakan, dilaksanakannya bulan bhakti PBB dan Pajak Daerah sebagai gerakan awal dimulainya reward dan punisment terhadap kewajiban membayar pajak daerah.

“Dari pencapaian saat ini, kita harus bekerja lebih giat lagi melakukan pemungutan pendapatan asli daerah baik itu PBB, pajak daerah, maupun retribusi,” terang dia.

Lebih lanjut Jexi mengatakan, kegiatan bulan bhakti PBB dan Pajak Daerah diharapkan dapat menggugah kesadaran setiap warga agar sadar, taat, dan melunasi kewajiban perpajakan lebih awal atau tidak melampaui waktu jatuh tempo.

“Bila melebihi waktu akan dilakukan penagihan secara paksa dan diminta bagi wajib pajak untuk dapat dengan jujur menyampaikan data pajak daerah mereka,” tandasnya. Diakhir acara juga dilakukan undian dengan hadiah utama sepeda motor, kulkas,  televisi serta hadiah lainnya sebagai bentuk apresiasi terhadap wajib pajak.  (ace) 

 

LEAVE A REPLY