Realisasi KUR Sumsel Sebesar 31,12%

0
160
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumbagsel Untung Nugroho.

RADAR PALEMBANG – Jumlah Penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR tahun 2020 (Mei 2020) di Provinsi Sumatera Selatan sebesar Rp1,39 triliun dengan jumlah debitur 31.005 debitur dari 11 Bank Penyalur KUR.

Hal ini diungkapkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumbagsel Untung Nugroho. “Realisasi pencapaian KUR Sumsel yakni 31,12% dari target tahun 2020 sebesar Rp4,46 triliun dengan rasio NPL 0,00%,”jelas dia.

Terbesar, sambung dia, untuk segmen mikro sebesar Rp788,08 miliar atau 56,76%, disusul setelahnya segmen Kecil/Retail, Rp599,42 miliar atau 43,17% serta ke TKI sebesar Rp0,96 miliar atau 0,07%.

Nilai capaian KUR per Mei 2020, lanjut dia, ke dalam 31.005 debitur, terbagi terbesar tetap segmen mikro 27.359 debitur atau 88,24%, Kecil/Retail sebanyak 3.547 atau 11,44% dan segmen TKI sebanyak 99 debitur atau 0,32%.

Berdasarkan sektor utama di 11 Bank Penyalur KUR terbesar yakni sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar Rp565,69 miliar ataun40,74% dari total penyaluran KUR).

Lalu, sektor produksi (diluar sektor perdagangan) di Provinsi Sumsel mencapai Rp1,07 triliun atau 76,72% dari target Pemerintah sebesar 60%.

Rinciannya, menurut Untung Nugroho, Sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan, Rp565,689 miliar atau 40,74%. Kemudian, lanjut dia, Sektor Perdagangan sebesar Rp323,182 miliar atau 23,28%.

Sisanya, masing-masing Sektor Konstruksi sebesar Rp282,397 miliar atau 20,34%, Sektor Jasa Produksi sebesar Rp138,216 miliar atau 9,95%, Sektor Industri sebesar Rp16,421 miliar atau 1,18%, Sektor Industri Pengolahan sebesar Rp62,561 miliar atau 4,51% serta Sektor Kelautan dan Perikanan sebesar Rp16,421 miliar atau 1,18%.

Adapun arah kebijakan OJK untuk UMKM dan KUR, guna mewujudkan UMKM yang berkontribusi pada perekonomian OJK Kantor Regional 7 Sumbagsel mengoptimalisasi peran TPAKD untuk menciptakan ekosistem pembiayaan, termasuk mendorong UMKM untuk menjadi bagian dari global supply chain.

Kemudian, memperluas akses keuangan kepada UMKM dan meningkatkan kualitas pengawasan market conduct yang disertai dengan edukasi terhadap masyarakat Memfasilitasi KUR Klaster untuk pengembangan UMKM dan mendorong pengembangan program Wirausaha Muda dalam rangka mendukung Go Global.

Mendorong penyaluran pembiayaan yang dilakukan oleh industri keuangan digital agar sejalan dengan program pemerintah (Go Digital) dan mendorong perkembangan startup fintech, termasuk equity crowdfunding. “Mewajibkan sektor jasa keuangan untuk mencapai porsi penyaluran pembiayaan ke sektor produktif termasuk UMKM,”ujar dia. (dav)

 

LEAVE A REPLY