Realisasi Beras Bulog Jatuh

0
880

RADAR PALEMBANG – Realisasi pengadaan beras yang dicapai Badan Urusan Logistik (Bulog) di 2014 ini baru mencapai 51,56 persen. Harga jual di pasar sejak awal tahun jauh lebih tinggi di atas harga pokok penjual (HPP) ditetapkan pemerintah pusat, ditengarai menjadi penyebab rendahnya realisasi pengadaan beras tersebut.

Kepala Bulog Divre Sumsel Basirun mengatakan, dengan harga jual cukup tinggi tersebut, petani penghasil beras lebih memilih menjual berasnya pada pihak swasta. Dari target 128 ribu ton beras yang akan masuk ke gudang bulog tahun ini, hanya 65.993 ton saja yang berhasil didapatkan. “HPP yang ditentukan pemerintah sebesar Rp 6.600, sedangkan sejak awal tahun harga beras di pasaran tak pernah di bawah Rp 7.500. Hal ini membuat petani lebih memilih menjual beras ke swasta, karena keuntungannya jadi lebih tinggi,” ujarnya, Minggu (28/12).

Disinggung, kemungkinan perubahan HPP di tahun depan, Basirun mengungkapkan, hal tersebut belum dapat dipastikan. Termasuk penentuan target di tahun depan, hal tersebut akan didasarkan dengan hasil evaluasi di tahun ini. Namun, ia berharap penentuan target nantinya tidak terlalu tinggi dan disesuaikan dengan kondisi pertanian padi di daerah. “Kami berharap target yang ditentukan tidak terlalu besar, sehingga tidak sulit realisasinya,” tukasnya.

Sementara itu ditambahkanya, untuk ketahanan stok beras yang berada di gudang Bulog masih sangat mencukupi. Hingga kini, jumlah stok beras yang ada di Bulog sebanyak 33.750 ton atau cukup untuk enam bulan ke depan. Sehingga, masyarakat tak perlu cemas akan cadangan beras, meskipun kondisi cuaca sering tidak menentu yang tentu mempengaruhi hasil panen nantinya.

“Stok ini biasanya akan bertambah atau diperbarui usai panen raya yang dilakukan di beberapa pusat pertanian padi di bulan Februari-Maret,” pungkasnya.(tma)

LEAVE A REPLY