Ratusan Karyawan PT LPI Mogok Kerja 

0
1934

Tolak Kebijakan Internal Memorandum Perusahaan

RADAR PALEMBANG – Karyawan PT Laju Perdana Indah (LPI) pada Jumat (16/10) melakukan aksi mogok kerja terkait kebijakan manajemen LPI tentang Internal Memorandum yang mewajibkan karyawan LPI yang ikut dalam aksi damai di Palembang pada (15/10) lalu untuk test Swab dan karantina mandiri.

Kebijakan ini tentu sangat disesalkan oleh karyawan LPI yang ikut dalam aksi di Palembang untuk menolak undang-undang Cipta Kerja. Karena sekitar 78 karyawan yang ikut aksi diwajibkan untuk mengikuti tes swab dan karantina mandiri selama 14 hari.

Arfan Chandra selaku Ketua SPSI didampingi Arni Johan selaku Sekretaris Serikat Pekerja SPSI PT LPI mengatakan, karyawan mengharapkan kepada PT LPI untuk mencabut Internal Memorandum protokol kesehatan yang dikeluarkan pada 15 Oktober.

“Mengingat karyawan diwajibkan melakukan tes swab dengan biaya sendiri dan isolasi mandiri, bagi karyawan yang ikut aksi damai menolak undang-undang cipta kerja di Palembang,” ujarnya.

Selain itu karyawan selama menunggu hasil swab keluar dan isolasi mandiri karyawan akan dipotong dari hak cuti tahunan. Apabila hak cuti tahunan sudah habis, maka akan dikopensasikan pada cuti tidak berbayar. “Tentu hal tersebut sangat memberatkan karyawan yang ikut aksi damai di Palembang. Kami minta kepada pihak manajemen LPI untuk mencabut Internal Memorandum protokol kesehatan tersebut,” tegasnya.
Padahal sebelumnya lanjut Arni karyawan yang hendak berangkat ke Palembang sudah meminta izin dengan pihak manajemen. Namun tidak ada peraturan Internal Memorandum protokol kesehatan dari pihak LPI, yang mewajibkan karyawan test swab dan isolasi mandiri setelah aksi.

Sementara Cecep Wahyudin SP selaku Ketua SPSI OKU Timur mengatakan, pihaknya mengharapkan kepada manajemen LPI dapat memberikan kebijakan kepada karyawan yang tidak memberatkan. Karena yang mereka perjuangkan adalah nasib buruh di Indonesia bukan hanya di PT LPI.

“Namun disini sangat disayangkan kenapa pihak LPI mengeluarkan aturan agar karyawan yang ikut aksi damai untuk test swab dan isolasi mandiri tanpa dibayar, padahal kita sudah menggunakan masker saat aksi. Seharusnya memo itu dibuat sebelum aksi bukan ketika karyawan selesai aksi di Palembang,” ucapnya.

Menurutnya kebijakan ini sudah mengarah pada intimidasi terhadap kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum. “Kita paham dan setuju degan protokol kesehatan di masa pandemi, namun pelaksanaannya harus adil dan tidak membedakan antara karyawan dan jajaran direksi,” tegasnya.

Sementara itu, Tio dari pihak PT LPI saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah menghimbau kepada karyawan untuk tidak ikut aksi ke Palembang, tapi cukup perwakilan saja. “Kalau untuk tes swab dan isolasi mandiri itu memang sudah menjadi aturan kita. Dan untuk pemotongan cuti selama waktu isolasi itu sudah menjadi internal perusahaan kita, jadi tidak usah dieskpose,” ujarnya.(awa)

LEAVE A REPLY