Ramai Setor-Tarik Tunai

0
143

 

 

RADAR PALEMBANG, Libur  lumayan panjang, dan banyak hari kategori ‘terjepit’, membuat aktivitas keuangan tak maksimal bagi pelaku usaha. Karena itu, di hari pertama operasional, bank ramai dipadati nasabah. Tapi, ada juga BCA yang aktivitas kantornya masih seperti biasa karena nasabah diprediksi libur.

Aktivitas transaski di sejumlah perbankan mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada hari pertama kerja pasa libur panjang pergantian tahun. Kebanyakan transkasi dilakukan oleh pengusaha dan pedagang membutuhkan penarikan dan penyetoran dana.

Dari pantauan di beberapa jaringan kantor bank di Kota Palembang, terlihat antrian yang panjang terutama di teller. Salah satunya terlihat di Bank Sumsel Babel cabang Kapten Rifai, sejak pagi hari antrian sudah, teller pun terlihat tidak ada waktu jeda sejenak untuk beristirahat, karena antiran padat.

Dari delapan meja teller yang tersedia semua selalu terisi penuh oleh nasabah yang melakukan transaski. Keramaian nasabah yang melakukan pelayanan juga terlihat di customer service.

Coorporate Secretary Bank Sumsel Babel Faisol Sinin mengatakan hampir semua kantor cabang BSB terjadi antrian yang cukup panjang, dominannya transaksi yang dilakukan nasabah pengusaha, mereka memang membutuhkan layanan perbankan secara langsung di jaringan kantor karena tidak bisa dilakukan di mesin bank.

“Transaksi naik hampir 15 persen di hari pertama pasca libur, kebanyakan transaksi dilakukan oleh pengusaha dan pedagang, yang menarik dan menyetor uang usaha.”

“Bagi yang dagangannya banyak laku, mereka menempatkan dana di bank untuk mempermudah akses keuangan, ada juga yang barang dagangannya habis juga melakukan penarikan skala yang cukup besar untuk tambahan modal membeli kembali barang dagangan,” jelas Faisol.

Menurutnya, selain transaksi tarik dan setoran, banyak juga transaksi kliring dan RTGS yang tertunda karena adanya libur panjang. Sementara untuk layanan pembayaran pajak tidak terlalu ramai lagi karena sudah dilakukan saat tutup tahun tanggal 31 Desember lalu.

Keramaian transaksi juga terlihat di Bank Mandiri cabang kantor pusar Rifai. Tidak jauh berbeda dengan Bank Sumsel Babel, kebanyakan transkasi dilakukan nasabah berupa penarikan dan setoran.

Menurut Indi Novianti, salah satu nasbaah bank Mandiri, saat hari pertama masuk kerja memang sengaja datang ke jaringan kantor karena harus melakukan penarikan dalam jumlah besar. “Kan kalau tarik kecil kita bisa lakukan di mesin atm, namun jika jumlahnya besar harus ke kantor, karena ada prosedur yang harus di lakukan,” jelas dia.

Kepala BCA Kantor Wilayah VI Palembang Daniel Hendarto mengatakan, aktivitas hari pertama kerja di BCA justru tidak seramai hari biasanya. Sebab menurut Daniel, kebanyakan nasabah BCA masih banyak yang melakukan liburan.

“Transkasi masih normal, bahkan belum seramai hari biasa, mungkin masih banyak nasabah kami yang cuti liburan,” jelas Daniel.

IHSG Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona merah pada penutupan perdagangan, Rabu (2/1/2019). IHSG di awal tahun ditutup melemah 13,32 poin (0,22%) ke level 6.181,17. Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah Rabu sore berada di level Rp 14.459.

Pada perdagangan pre opening, IHSG menguat 3,37 poin (0,05%) 6.197,871. Indeks LQ45 juga bertambah 0,84 poin (0,09%) ke 983,575. Membuka perdagangan, Rabu (2/1/2019), IHSG melanjutkan penguatan 5,98 poin (0,09%) ke 6.200,485. Indeks LQ45 juga bertambah 3,39 poin (0,35%) ke 986,394.

Pada pukul 09.05 JATS, IHSG menguat 0,36 poin (0,01%) ke 6.195,09. Indeks LQ45 juga bertambah 2,7 poin (0,24%) ke 985,109. Masuk jeda siang sesi I, IHSG turun 16,47 poin (0,27%) ke level 6.178,02. Sementara indeks LQ45 turun 0,56 poin (0,06%) ke level 982,165.

Pada sore hari, IHSG turun 13,32 poin (0,22%) ke level 6.181,175. Sedangkan indeks LQ45 justru naik 1,61 poin (0,16%) ke level 984,346. Perdagangan saham terpantau moderat dengan berlangsung sebanyak 296.592 kali senilai Rp 7,2 triliun. Sebanyak 157 saham menguat, 258 saham turun dan 122 saham tak berubah.

Sementara itu, bursa Amerika Serikat ditutup menguat. Dow Jones ditutup 23.327.46 (+1.15%), NASDAQ ditutup 6,635.28 (+0.77%), S&P 500 ditutup 2,506.85 (+0.85%). Bursa saham US ditutup menguat dalam akhir perdagangan tahun 2018. Namun secara setahun index S&P 500 sudah mengalami penurunan lebih dari 6%.

Terlihat investor menjual kepemilikan saham saat data ekonomi global mulai terlihat perlambatan dan sebelum The Fed memberikan keputusan pada suku bunga. Perdagangan di bursa Asia pagi ini terlihat lambat karena belum ada katalis dari regional. Namun ada tendensi penguatan setelah futures dari Nikkei dan Hangseng mengalami penguatan dan memberikan sentimen positif bagi Asia. (iam)

 

LEAVE A REPLY