Pusri Kontrak Gas dengan ConocoPhillips

0
918

 

 

RADAR PALEMBANG, Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku utama pembuatan pupuk urea, Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang Mulyono Prawiro menandatangani kontrak Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan ConocoPhillips (Grissik) Ltd. Pusri mendapat kontrak gas sebesar 70 juta kaki kubik gas bumi per hari (MMSCFD) untuk jangka waktu lima tahun, mulai 2019 – 2023.

Penandatanganan dilakukan pada acara pembukaan Pameran dan Konvensi Asosiasi Perusahaan Migas Indonesia (Indonesian Petroleum Association / IPA) ke 40 Tahun 2016 di Jakarta, Rabu (25/5).

Dirut Pusri dan President Director ConocoPhillips (Grissik) Ltd Erec S. Isaacson menandatangani kontrak PJBG di hadapan Menteri ESDM Sudirman Said. Dalam kesempatan tersebut turut hadir Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Aas Asikin Idat dan Direktur Investasi & Pengembangan Gusrizal, serta Direktur Teknik & Pengembangan PT Pusri Listyawan Adi Pratisto.

Manager Humas Humas PT Pusri Palembang, Sulfa Ganie mengatakan, Senin (30/5), total konsumsi gas bumi yang dibutuhkan PT Pusri untuk menjalankan empat pabrik adalah sebesar 242 MMSCFD. Dengan ditandatanginya kontrak baru ini merupakan nafas baru bagi kelangsungan perusahaan. “Industri pupuk merupakan salah satu industri strategis untuk menunjang ketahanan pangan nasional. Untuk itu, keberlangsungannya patut dijaga, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku gas alam,” katanya.

Saat ini, kata dia, Pusri tengah menyelesaikan proyek pembangunan pabrik Pusri-IIB yang memiliki teknologi ramah lingkungan. Pabrik baru ini selain menerapkan teknologi baru juga dapat menghemat bahan baku gas, yakni dengan rasio pemakaian gas per ton produk 31,49 MMbtu per ton amonia dan 21,18 MMbtu per ton urea. “Dibandingkan dengan Pabrik Pusri II (existing) yang memiliki rasio pemakaian gas per ton produk 49,24 MMbtu per ton amonia. Dan 36,05 MMbtu per ton urea maka akan dihemat pemakaian gas sebesar 14,87 MMbtu per ton urea,” katanya.

Pusri-IIB memiliki kapasitas produksi urea sebesar 907.500 ton/tahun, dan amonia sebesar 660.000 ton/tahun. Pabrik ini diperkirakan akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2016. “Dengan bertambahnya jumlah produksi Pusri, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pupuk urea bersubsidi di tanah air demi mewujudkan cita-cita Indonesia berdaulat pangan,” pungkasnya. (tma)

 

 

 

LEAVE A REPLY