Puskesmas dan RS diakreditasi.

0
1163

 

RADAR PALEMBANG – Pemprov Sumsel akan melakukan akreditasi terhadap Rumah Sakit dan Puskesman di Sumsel, hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Sumsel, untuk itu Dinkes Sumsel akan menyiapkan Tim untuk melakukan akreditasi tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini mengatakan, akreditasi puskesmas ini merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan atas dasar Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 75 tahun 2014 tentang standardisasi puskesmas sebagai layanan kesehatan primer. Sedangkan bagi rumah sakit, akreditasi ini merupakan penilaian lanjutan yang juga diatur dalam Permenkes nomor 56 tahun 2014 tentang klasifikasi standar rumah sakit.

“Peraturan menteri tersebut memberikan gambaran tentang persyaratan yang harus dimiliki layanan kesehatan, dalam hal ini puskesmas dan rumah sakit, agar sesuai dengan standar. Sudah menjadi tugas Dinkes untuk pengupayakan memberikan pelayanan yang maksimal dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Lesty saat dibincangi, Rabu (28/1).

Penilaiannya mencakup beberapa poin. Yakni standar pelayanan, fasilitas peralatan yang dimiliki, dan sistem manajemen rumah sakit atau puskesmas. Akreditasi inipun nantinya bisa menilai sudah sejauh mana pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama Sumsel.

Lesty mengaku belum mengetahui secara pasti berapa persen puskesmas dan rumah sakit yang fasilitas dan SDM-nya sudah memenuhi standar. “Saat ini Dinkes Sumsel belum mendapatkan datanya. Nanti apabila akreditasi sudah diselenggarakan, untuk puskesmas dan rumah sakit yang masih kurang memenuhi standar, yang harus memenuhi kekurangan tersebut adalah Dinkes kabupaten/kota masing-masing,” lanjutnya.

Saat ini, tim akreditasi masih dalam proses persiapan. Kemenkes pun masih menyusun petunjuk teknis (juknis) dan melakukan ujicoba akreditasi di provinsi lain. Nantinya, setiap provinsi dan kabupaten/kota akan memiliki tim akreditasi yang telah sebelumnya diberi pelatihan oleh tim akreditasi Kemenkes, di Dinkes Sumsel.

“Dinkes Sumsel berperan sebagai pembina. Surveynya dilakukan oleh Kemenkes, dan petugas teknisnya dari Dinkes kabupaten/kota,” paparnya. Standar akreditasi ini diaplikasikan kepada pelayanan berfokus pasien. Lesty menegaskan, keselamatan pasien tetap menjadi yang utama. Kesinambungan pelayanan harus dilakukan, baik saat merujuk pasien kepada rumah sakit lain, atau saat serah terima pasien di dalam rumah sakit

Hasil penilaian capaian rumah sakit terhadap nantinya akan ditentukan dengan memberikan label berupa level-level pencapaian tertentu. Dari level terendah yakni pratama, berlanjut ke madya, lalu utama, dan yang tertinggi adalah paripurna. Ia berharap, setelah diakreditasi diselenggarakan, kualitas pelayanan kesehatan jadi meningkatkan. Ia berujar, jangan hanya ketika akreditasi saja bagus, namun implementasi kedepannya harus dipertahankan bagi yang sudah bagus, dan ditingkatkan agar lebih bagus.

“Perilaku pelayanan tenaga kesehatan juga harus lebih menghormati hak-hak pasien, dan melibatkan pasien dalam proses perawatan sebagai mitra. Lalu tingkatkan kepercayaan publik bahwa rumah sakit dan puskesmas telah melakukan upaya peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien,” pungkasnya.(can)

LEAVE A REPLY