Pusdiklat Maha Sasana Kirti Gelar Ulambana

0
290

RADAR PALEMBANG, Pusdiklat   Buddhis Maha Sasana Kirti Palembang yang terletak di jalan Residen Abdul Rozak tepatnya disamping Underpass Patal Pusri Minggu(25/8) menggelar ritual sembahyang Ulambana. Diacara itu juga hadir pembimas Buddha Kemenag Sumsel Wiswedas.

Ketua Yayasan Pusdiklat Buddhis Maha Sasana Kirti Palembang Hendri Wijaya didampingi Biksu Nirmana Sasana mengatakan, Ulambana merupakan salah satu hari suci umat Buddhis yang diselenggarakan setiap bulan 7 tanggal pertama hingga ke-15 penanggalan Imlek.

“Pada hari tersebut, para Bhikku Sangha sedang menjalankan masa Vasa (retret selama Musim Hujan berlangsung). Setelah menjalankan masa tersebut, banyak Bhikku yang mengalami peningkatan dalam kehidupan spritualnya sehingga menjadi “lahan teramat subur” untuk menanam kebajikan,”ujarnya.

Menurut Hendri, para umat Buddha yang memberikan persembahan kepada mereka akan memperoleh karma baik lebih besar daripada biasanya. “Umat juga bisa melimpahkan jasa kebajikan yang diperoleh dari persembahan tersebut untuk roh leluhur mereka serta makhluk-makhluk yang menderita di alam preta (alam hantu kelaparan),”katanya

Hendri juga menceritakakan kalau upacara ullambana di bulan 7 penanggalan lunar sebetulnya berasal dari kisah “Maha Moggalana menyelamatkan ibunya”, Ulambana adalah bahasa Sansekerta, arti harafiahnya “digantung terbalik”, maksudnya menyelamatkan derita orang yang digantung terbalik (kepala dibawah), membebaskan makhluk hidup dari penderitaan bagaikan membebaskan orang yang digantung terbalik dari ikatannya.

Demi menyelamatkan ibunya yang lahir di alam Neraka Avicci sebagai akibat dari karma buruk tiada terhingga yang diciptakan pada masa hidupnya, maka Maha Moggalana dengan tulus memberikan dana paramita kepada Sangha di akhir masa vassa (pavarana), dengan mengandalkan kebajikan dan moralitas hasil pembinaan diri Sangha berhasil menyelamatkan ibunya, juga menyelamatkan semua penghuni alam Neraka. “Makanya bulan 7 penanggalan lunar merupakan bulan berbakti dan bulan berterima kasih,”ucapnya.
Sementara itu, diacara ulambana itu juga diserahkan bingkisan kepada para guru agama Buddha yang ada di kota Palembang. (sep)

LEAVE A REPLY