Provinsi Yunnan, 1 Tahun Dikunjungi 40 Juta Wisatawan

0
778
Salamun Sajati Potografer Radar Palembang yang sampai di puncak pegunungan Naga Giok

 

RADAR PALEMBANG Jalan-jalan ke Tiongkok (4/tamat)

 

 Asif Ardiansyah – Tiongkok

 

 

SETELAH puas menikmati kota Nanning Provinsi Quang Xi, Awak Media dari Sumsel, Radar Palembang yang diajak Konsulat Jenderal Tiongkok Wilayah Sumatera berkunjung ke provinsi Yunnan. Apa dan Bagaimana provinsi Yunnan? Berikut penelusurannya.

 

Bicara tentang Tiongkok, tak cukup hanya menyebutkan Beijing, Shanghai, Guangzhou dan Guilin. Lupakan sejenak nama-nama beken itu, dan bayangkan sebuah musim semi di tengah danau dengan latar belakang gunung es bermandikan sinar matahari.

Lansekap berkontur dengan tanah mineral berundak-undak. Teras sawah bak cermin abadi bagi sang surya. Berbagai jenis dan ukuran batu dengan pahatan kekar berdiri gagah mengawal kejayaan sejarah. Belum lagi puncak gunung yang menjulang nyaris bersalaman dengan awan.

Dan lekuk ngarai berotot gagah yang mengawal lekukan sensual Sungai Yangtze yang tersohor itu. Itulah Yunnan! Tempat yang konon merupakan nenek moyang Bangsa Indonesia berasal.

Di mana letak Provinsi Yunnan? Yunnan adalah salah satu provinsi di China yang terletak di barat daya Daratan China, dengan ibu kota Kunming. Luasnya 394.000 km² (masih lebih kecil sedikit dari Sumatera).

Di sebelah barat berbatasan dengan Tibet, di utara dengan Provinsi Sichuan, di timur dengan Provinsi Guangxi dan Guizhou. Dan sepanjang 4.060 km di sisi barat dan selatan berbatasan langsung dengan tiga negara yaitu Myanmar, Laos dan Vietnam.

Saat tiba di Yunnan agak malam sekitar pukul 22.00 Wib Tiongkok Awak Media langsung diajak menginap ke kota Li Jiang yang jaraknya sekitar 2 jam dari Bandar Udara Kunming. Besok, pagi-pagi sekali awak media diajak untuk mendaki The Jade Dragon Snow Mountain atau Gunung Naga Giok.

Setelah menelusuri jalan dengan naik bus di ketinggian 3000 meter, awak media diturunkan di stasiun gondola untuk menuju puncak. Saat dipuncak dan turun dari gondola di ketinggian 4.506 kaki suhu tubuh berubah.

Kaus lengan panjang yang dilapisi mantel tebal dan jaket sebagai luaran tak mampu menahan dinginnya gunung dengan puncak tertinggi 5.000 meter lebih itu. Tangan tanpa sarung terasa beku saat keluar dari stasiun gondolo, kereta gantung yang digunakan untuk mencapai puncak dari Gunung Naga Giok.

Hanya beberapa menit saja awak media bertahan di ketinggian tersebut untuk berfoto di spot yang diinginkan sebelum akhirnya memutuskan kembali untuk duduk di pinggir stasiun gondola.

Saat itu suhu udara mendekati 0 derajat celcius. Kondisi cuaca yang tak menentu, bahkan hampir mencapai minus membuat para pelancong sedikit kehabisan oksigen dan dada terasa sesak.

Tabung oksigen yang ada di tangan masing-masing terus dihirup agar tetap bertahan di atas gunung tersebut. Sayangnya awak tak sanggup lagi untuk naik lagi ke puncak gunung. Hanya 1 orang yang sanggup lanjut ke puncak.

Gunung tersebut merupakan gunung es. Sayang saat datang kesana hanya puncak ada salju karena saat itu di Lijiang sedang mengalami musim panas. Tak sampai dua jam kami berada di atas dan memutuskan kembali ke stasiun keberangkatan kereta gantung.

Di kereta gantung awak media dapat merasakan sensasi tingginya gunung dan pemandangan yang ada di sekitar. Di Yunnan, selain Gunung Naga Giok, juga ada beberapa tempat wisata lainnya yang rugi jika dilewatkan.

Diantaranya yakni Kota Tua di Lijiang. Masuk kawasan kota tua ini gratis. Di sepanjang kota tua kita akan dimanjakan dengan berbagai macam pernak-pernik khas dari Tiongkok. Kawasan ini sangat cocok untuk mencari kuliner dan mencari buah tangan.

Di kawasan kota tua terdapat sebuah tempat tinggal pejabat (semacam Sultan). Kita dapat berkeliling di kawasan ini dengan cukup membayar 40 Yuan saja. Tempat kunjungan lainnya yakni Lijiang Lishuijinsha Art performance, Yunnan

Disini pengunjung akan dimanjakan dengan penampilan seru tarian dan berbagai macam jenis teater khas dari Tiongkok. Puluhan pertunjukan akan membuat pengunjung takjub dengan berbagai jenis kostum. Masuk ke gedung ini akan dikenakan tarif sekitar 280 Yuan.

Mr Her pemandu wisata yang mengajak awak media ini berkunjung ke Yunnan mengatakan kalau Yunnan merupakan salah satu provinsi yang cukup banyak dikunjungi wisatawan baik itu domestik maupun mancanegara. “Saya lihat datanya di dinas pariwisata Yunnan setahun yang berkunjung mencapai 40 juta wisatawan,”ungkapnya.

Tak Heran, sambung Mr Her, aktivitas dunia wisata di provinsi ini berkembang sangat pesat bahkan mungkin warga Yunnan sebagian besar hidupnya bergantung pada dunia pariwisatawa. “Sangat menjanjikan, kita cukup kewalahan melayani turis,”ujarnya.

Qin Guizhen, Vice President Chinese Culture Promotion Soociety dalam sambutannya menyambut baik kunjungan awak media dari Palembang ke Yunnan. “Kita warga Yunnan tentu sangat senang atas kunjungan ini, saya berharap keindahan kota Yunnan bisa diceritakan dengan warga Indonesia khsususnya Sumsel dan Palembang,” ujarnya. (*)

 

LEAVE A REPLY