Prediksi Pasar Otomotif Membaik

0
204
After Sales Service Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Lili Herman bersama mekaniknya

RADAR PALEMBANG – Roda perekenomian yang nyaris lumpuh saat pandemi Covid-19 menerpa Indonesia, perlahan tapi pasti mulai bergerak. Keputusan pemerintah membuka kembali kegiatan ekonomi dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat memberi secercah harapan bagi dunia usaha.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tegas meminta masyarakat tetap produktif di tengah upaya pemerintah menurunkan angka penyebaran virus Covid-19. Jokowi menginginkan masyarakat tetap produktif tetapi aman dari virus Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

Permintaan Jokowi ini disambut positif oleh dunia usaha, termasuk pelaku usaha di sektor otomotif. Sebab, pandemi Covid-19 telah membuat bisnis otomotif ikut terdampak. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada Mei 2020, industri otomotif hanya mengirim 3.551 unit mobil baru atau anjlok 95 % dibanding Mei 2019 yakni 84.109 unit.

Gaikindo juga telah merevisi target penjualan tahun 2020 dari 1,05 juta unit menjadi 600.000 unit. Target itu 51,9 % lebih rendah dibandingkan penjualan tahun lalu yakni 1.247.580 unit. Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi berharap pandemi dapat segera ditangani sehingga perekonomian kembali bangkit dan daya beli masyarakat naik.

Di sisi lain, para agen pemegang merek (APM) mobil juga terus berupaya mencari cara untuk bertahan. Daihatsu misalnya meningkatkan layanan purna jual, servis, dan perawatan rutin kendaraan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Ini kami lakukan agar konsumen tetap aman dan nyaman sehingga tidak khawatir menservis kendaraannya,”ujar After Sales Service Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Lili Herman.

Penerapan protokol kesehatan yang ketat ini contohnya petugas front liner yang dilengkapi face shield dan masker untuk mencegah droplet. Mereka juga memakai sarung tangan untuk menghindari kontak fisik langsung dan memakai Pin Saya Sehat untuk menunjukkan petugas dalam kondisi sehat saat menjalankan tugas.

Selain itu, semua pengunjung diperiksa suhu tubuh, mencuci tangan dengan air dan sabun  atau hand sanitezer di pintu masuk, penerapan physical distancing pada area konsumen, tidak berjabat tangan, dan menyarankan transaksi nontunai. Jika pun dengan transaksi tunai, menerima dan menyimpan uang dalam wadah tertutup.

Tak hanya itu. Setelah servis, mobil disemprot disinfektan pada bagian yang sering disentuh seperti handle pintu, switch power window, roda kemudi, tombol-tombol elektrik, dan rem tangan. “Penyemprotan kami lakukan di depan konsumen agar terbangun kepercayaan,” ungkap Lili.

Penerapan protokol kesehatan juga dilakukan di Daihatsu Mobile Service (DMS) yang mendatangi tempat konsumen. Menurut Lili, mekanik yang datang menggunakan alat pelindung diri (APD), menggunakan masker, sarung tangan, menyiapkan sabun dan hand sanitizer di mobil, tempat sampah, dan pencucian rutin perkakas dan kendaraan.

Unit mobil DMS disterilisasi dan diberi label Sudah Disemprot Disinfektan. Sedangkan, di bagian dada petugasnya tertulis suhu tubuh yang bersangkutan, yang diperiksa sebelum berangkat ke tempat konsumen.

Selain itu, pihaknya juga memberikan manfaat lain berupa paket diskon untuk perawatan kendaraan. Langkah ini sebagai upaya meringankan beban konsumen. Selain itu, ada beberapa paket menarik seperti pemberian oli gratis 1 liter, diskon jasa servis hingga 20 %, diskon suku cadang 5%, juga paket tune up murah hanya Rp 110.000.

Paket diskon itu akan dilanjutkan hingga Agustus 2020 dengan Program Diskon Merdeka, diskon suku cadang 8%, jasa servis 17%, dan diskon Oli Go 20%.

Kondisi Membaik

Lili mengatakan, hingga akhir Juni 2020, jumlah unit mobil yang diservis telah mendekati angka normal. Jika pada periode Januari-Juni 2019 jumlah mobil yang diservis sebanyak 636.862 unit maka pada periode Januari-Juni 2020 telah mencapai 495.244 unit atau minus 22,2% dari periode year to date (YTD) tahun lalu.

Pasar otomotif Indonesia memang mulai menunjukkan peningkatan seiring relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah. Secara nasional, penjualan ritel pasar otomotif Indonesia selama Januari hingga Juni 2020 mencapai 290.000 unit. Jumlah itu turun 42% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Daihatsu masih menempati posisi kedua penjualan otomotif nasonal. Penjualan ritel Daihatsu sepanjang Januari-Juni 2020 mencapai 53.577 unit atau turun 39% dari tahun lalu. Namun, performa Daihatsu ini lebih baik ketimbang penurunan pasar nasional, sehingga market share atau pangsa pasar Daihatsu naik sebesar 0,8% dari 17,6% YTD Juni 2019, menjadi 18,4% YTD Juni 2020.

Sementara itu, pengamat otomotif Bebin Djuana menilai roda industri otomotif nasional masih bergerak. Indikasinya terlihat dari sejumlah Agen Pemegang Merk (APM) masih semangat merealisasikan jadwal yang telah ditetapkan. Sejumlah produsen juga telah memperkenalkan produk baru.

Dengan kembali menggeliatnya dunia bisnis termasuk industri otomotif, maka jumlah kendaraan yang perlu mendapatkan perawatan berkala juga akan meningkat. Peluang ini harus ditangkap dengan meningkatkan pelayanan purna jual dan servis bagi konsumen. (dav) 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY