Poltekpar Palembang Lakukan Pemberdayaan SDM 

0
55
Kepala Pusat Pengembangan SDM Parekraf Kemenparekraf, Dr. Anggara Hayun Anujuprana dan tim saat meninjau Politeknik Negeri Pariwisata Palembang

RADAR PALEMBANG- Poltekpar (Politeknik Negeri Pariwisata) Palembang melakukan pemberdayaan sumber daya dan mutu perguruan tinggi dengan meningkatkan sistem vokasi pendidikan terapan yang berpengaruh dalam akreditasi kampus, melalui Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Kepala Pusat Pengembangan SDM Parekraf Kemenparekraf, Dr. Anggara Hayun Anujuprana menyampaikan bahwa untuk meningkatkatkan kualitas tersebut pihaknya melakukan pelatihan kebutuhan DSP (Destinasi Super Prioritas). “Langsung di bawah kemenpar, kita mengagendakan pelatihan untuk mahasiswa dan dosen,” ujarnya, Rabu (12/2).

Anggara mengatakan, dalam meningkatkan vokasi pendidikan terapan di Poltekpar Palembang yang memfokuskan bidang pariwisata, salah satu sistemnya yakni dengan mulai memunculkan direktorat baru.”Pertama membangun direktorat akses permodalan dalam membantu mahasiswa, kedua direktorat memfasilitasi kemampuan intelektual,” jelasnya.

Sehingga mahasiswa dan dosen memiliki karya tulisan untuk dipatenkan menjadi merek dagang dalam industri, serta terbentuk deputi pemasaran upaya mendorong kerjasama wirausahawan dalam ekonomi kreatif.

Lanjutnya, dari ratusan poltekpar di Indonesia, hanya ada enam kampus di bawah tanggung jawab Kemenparekraf yang secara langsung didorong untuk memperbaiki akreditasi perguruan tinggi.”Enam kampus ini wajib melakukan riset terapan, salah satunya di sini (Poltekpar Palembang), yang mana kita memperbaoki akreditasi dengan mulai mempublikasi tulisan secara nasional dan internasional,” katanya.

Kemudian, selain dengan publikasi karya tulisan. Perbaikan akreditasi kampus dapat dilakukan dengan melakukan tes keahlian khusus dilakukan oleh para dosen.”Nanti semua dosen poltekpar yang ada dikumpulkan di satu daerah untuk ikut tes pelatihan dan keahlian. Rencananya selama satu bulan, dan bulan Juni ini akan ada pendampingan dan workhshop di Makassar untuk membahas trik penelitian,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Poltekpar Palembang Zulkifli Harahap menerangkan, sejak awal didirikan pada 2016 lalu. Sekarang sudah berhasil meluluskan 131 alumni yang sebagian di antaranya sudah terserap kerja.”70 persen sudah bekerja di dalam dan luar negeri dalam bidang pariwisata baik di hotel maupun kapal pesiar. Kedua 10 persen didorong menjadi enterpeneur dan bekerjasama dengan ITB,” terang dia.

Sedangkan bagi alumni yang telah berhasil sudah memberikan sumbangsih di Lokasi Labuan Bajo, Lombok serta di Mandalika. Kemudian khusus di Sumsel, alumni Poltekpar berpeluang mengembangkan pariwisata sport tourism.(spt)

 

LEAVE A REPLY