PLTS Jakabaring Listriki 100 Ribu Rumah

0
843

 

RADAR PALEMBANG,        Sejak resmi beroperasi secara komersil pada April lalu, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Jakabaring, hingga kini sudah menghasilkan sekitar 450 Megawatt Hour. Malah dapat sampai 1 Gigawatt Hour.

Dengan kondisi cuaca yang baik seperti saat ini, ditargetkan secara kumulatif hingga 15 September, sudah mampu menghasilkan 1 Gigawatt Hour atau mampu menerangi 100 ribu rumah.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE), Arief Kadarsyah mengatakan, listrik yang dihasilkan dari PLTS Jakabaring cukup stabil. “Kondisi tersebut didukung dengan faktor cuaca cerah dengan terik matahari yang cukup baik,” katanya, Kamis (30/8).

Untuk operasional sendiri dimulai pukul 07:00 Wib sampai dengan 17.00 Wib. Dalam rentan waktu itu, PLTS mampu memproduksi rata-rata listrik 6 – 8 Megawatt Hour setiap hari. “Alhamdulillah, dalam operasionalnya sejauh ini belum ada kendala berarti. PLTS kita ini meski bukan yang terbesar namun diakui yang terhandal,” katanya.

Dia menjelaskan, produksi listrik yang dihasilkan PLTS tersebut dijual kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) sesuai perjanjian selama 20 tahun, dengan harga perhitungan Rp 889 per Kwh. “Dengan demikian, PLTS ini sudah mampu memberikan penghasilan kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemprov Sumsel,” katanya.

Setelah sukses dengan PLTS ini, PDPDE berencana akan menggarap proyek energi terbarukan lainya, yakni smart lighting, atau lampu dengan menggunakan tenaga solar panel yang diperuntukkan guna penerangan jalan.

Rencanaya, dalam proyek produk tersebut PDPDE juga akan bekerjasama dengan pihak ketiga. “Rencanaya lampu jalan tenaga surya tersebut akan ditujukan ke daerah-daerah yang masih sulit dijangkau oleh PLN,” katanya.

Produk lampu surya tersebut, kata Arief, memiliki banyak keunggulan jika sibandingkan produk serupa lainya. Salah satunya daya tahan baterai yang tetap bisa menyala hingga tiga hari meskipun tanpa ada cahaya matahari.

“Display produk sudah siap. Saat ini kami masih merampungkan bisnis plan-nya, serta memperkenalkan dan promosi produk ini kesejumlah Pemerintah Daerah di Sumsel. Tergetnya tahun depan sudah bisa jalan, ” katanya.

Sementara dari sisi perusahaan, tambah Arief, PDPDE akan segera bertransformasi menjadi PT Sumatera Selatan Energi Gemilang. Sat diharapkan pada September prosesnya sudah dapat selesai. Hal itu sesuai dengan UU No 54 Tahun 2017 serta Perda No 05 tahun 2018.

“Jika nantinya sudah menjadi Perseroda, maka sebenarnya yang lebih diuntungkan adalah Pemprov Sumsel selaku pemegang saham. Sebab penghitungan pembagian ke PAD akan lebih besar,” katanya. (tma)

 

 

LEAVE A REPLY