Pilkada Serentak Diprediksi Bakal jadi Klaster Penyebaran Covid 19

0
125
Ketua DPW PKB Provinsi Sumsel Ramlan Holdan jadi pembicara dalam diskusi yang bertemakan efektivitas pilkada ditengah pandemi yang berlangsung di Om Ndutt Rebon

RADAR PALEMBANG – Ketua DPW PKB Provinsi Sumsel Ramlan Holdan mengatakan dari prespektif pertama dari kesehatan maka tahapan kampanye akan menjadi klaster baru penyebaran covid 19 di pilkada serentak tahun ini, untuk itu, ini akan banyak yang terjangkit corona mulai dari Tahapan, pencoblosan hingga hari penghitungan.

“Maka dari itu akan banyak banyak yang memprediksi akan banyak yang terjangkit,” kata Ramlan dalam diskusi yang bertemakan efektivitas pilkada ditengah pandemi yang berlangsung di om ndutt Rebon Kamis (15/10).

Kemudian dilanjutkan Ramlan yang kedua dari perspektif agama karena banyak organisasi keagamaan hingga komnas HAM menyerukan pilkada serentak dimundur karena pilkada ini banyak masyarakat yang akan menjadi korban dari virus corona ini.

Dari perspektif dari demokrasi roda pemerintahan tetap berjalan di daerah meski pilkada ditunda, untuk itu presiden harus mengambil sikap terhadap pilkada serentak yang diprediksi akan menjadi klaster baru penyebaran covid 19

“Jika akhir Oktober jumlah pasien meningkat maka presiden harus mengambil sikap untuk menunda pilkada demi menyelamatkan umat manusia, karena pilkada ditunda roda pemerintahan pemerintah provinsi, pemkab dan pemkot akan tetap berjalan,”kata Ramlan.

Sementara itu, Ketu KPU Sumsel Kelly Maryana mengatakan bahwa tantangan terberat pilkada serentak tahun ini di masa pandemi partisipasi pemilih, untuk itu KPU kabupaten akan bekerja dan seefektif mungkin untuk mendongkrak partisipasi dengan gencar melakukan sosialisasi.
“KPU melakukan kegiatan baik secara langsung maupun melalui media masa, media online agar partisipasi pemilih tinggi pada pilkada serentak tahun ini,” ujarnya.

Kemudian dilanjutkan Kelly, karena dalam PKPU dibatasi nya kegiatan kampanye dengan melibatkan banyak masa maka para kandidat maupun tim pemenangan dapat memanfaatkan teknologi seperti Facebook, instagram dan media sosial lainya untuk melakukan sosialisasi.

“Sedangkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) tidak akan dijadikan klaster baru penyebaran covid 19 di pilkada ini insyallah,” kata Kelly. (zar)

LEAVE A REPLY