Persediaan Uang Seribu Habis

0
11428

 

RADAR PALEMBANG – Stok uang pecahan seribu rupiah jenis kertas sudah habis persediaannya di Bank Indonesia. Banyak masyarakat yang merasa kecewa ketika hendak menukar di BI namun ternyata persediaan sudah habis hanya tinggal uang seribu rupiah jenis logam

Aditia (29) asal kelurahan Kaya Jaya yang sengaja datang ke Bank Indinesia pada Kamis pagi (16/4) merasa sangat kecewa, setelah menunggu lebih dari satu jam untuk menukar uang pecahan Rp1.000 rupiah sebanyak dua ikat untuk keperluan aqikah anaknya harus berakhir dengan rasa kecewa, sebab setelah menghadap kasir BI ternyata stok uang pecahan yang ia cari sudah habis.

“Saya tidak tahu kalau uang seribu rupiah kertas sudah tidak dicetak lagi, makanya sejak tadi pagi sudah mengantri untuk menukar uang, malah saya terpaksa bolos kerja demi menukar uang, sebab untuk layanan penukarang uang di BI bukanya tidak setiap hari,” jelas dia.

Dengan nada yang sedikit kesal, Adit safaan akrabnya menceritakan penjelasan yang diberikan kasir BI, menurutnya, uang pecahan yang ia cari sudah tidak lagi diproduksi sejak tahun lalu. Sementara untuk persediaannya sendiri sudah habis sejak berapa hari lalu di BI Palembang. Kasir menganjurkan kepadanya untuk menukar uang pecahan Rp2.000 saja. “Bagi saya untuk acara aqikah terlalu berat jika harus menggunakan uang pecahan Rp2.000 terlalu berat karena harus memiliki uang yang banyak,” katanya.

Kepala Unit SIstem Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Selatan Dadan M Sadrah mengatakan, sejak tahun lalu, Bank Indonesia sudah tidak lagi mencetak pecahan Seribu ripiah jenis kertas, namun sudah menggantinya dengan pecahan yang sama bahan logam.

“Alasannya untuk mencetak uang tersebut terlalu besr biayanya, sementara masa penggunaannya tidak berlangsung lama. Uang pecahan ini paling sering digunakan, sehingga sangat mudah rusak dan lecek, alternatifnya BI menggantinya dengan jenis logam,” kata dia.

Untuk pecahan uang kertas yang paling kecil saat ini tersedia uang pecahan Rp2.000 dan ada juga y ang Rp5.000. Namun, meski uang pecahan Rp1.000 sudah tidak dicetak lagi jenis barunya, namun uang yang sudah beradar sekarang masih tetap berlaku. “BI akan bertahap melakukan penarikan uang pecahan seribu kertas tersebut. Setiap ada yang sudah rusah akan langsung dimusnahkan,” katanya.

Sebetulnya kata Dadan, untuk persediaan saat ini masih ada namun jumlahnya terbatas. Bagi masyarakat dianjurkan untuk beralih menggunakan pecahan logam, sebab penukarang sudah tidak disediakan lagi. (iam)

 

 

LEAVE A REPLY