Perjuangan Penuh Liku Direktur Utama Bayarin

0
475

RADAR PALEMBANG – Kesuksesan yang diraih Ifan Fachrudin sebagai Direktur Utama aplikasi pembayaran online Bayarin tidak didapat dengan cara instan. Bermula dari kejenuhan yang disebabkan karir yang mandek dimana tidak adanya perubahan jabatan di salah satu perusahaan asing membuat pria kelahiran Palembang 30 Oktober 1971 ini memutuskan untuk resign. Sempat ikut teman beberapa waktu sebagai supplier,hingga pada tahun 2007 PLN buka PPOB  (Payment Point Online Bank) dan Ifan bergabung sebagai marketing memasarkan PPOB mulai  dari tahun 2008 hingga 2010.

“Saya kerja mulai dari awal, dari nol, hujan -hujanan sampai Pandeglang, Cirebon, Bogor, pokoknya keliling. Pada tahun 2010, aku pulang ke Palembang untuk melihat pasaran disana, tak lama kemudian aku  dipanggil pihak bank ke Jakarta karena berhasil masarin cepat dan banyak. Oleh pihak bank  karena aku asli orang Palembang aku ditawarin megang BRI Syariah sebagai collection agent buat masarin wilayah Sumatera,” tutur Ifan saat dibincangi beberapa waktu lalu.

Selama menjalani collection agent, Ifan belum menggunakan aplikasi sendiri dan masih meminjam  aplikasi lain dan membayar untuk itu. Baru pada tahun 2014, Ifan mulai berfikir untuk punya aplikasi sendiri. “Kebenaran keponakan aku baru tamat dari Universitas Indonesia, aku tarik buat bikin aplikasi ini yang prosesnya sampai dua tiga tahun baru selesai,” jelasnya.

Perjuangan awal  dimulai setelah memiliki aplikasi Bayarin, mulai dari terjun langsung berangkat ke Linggau, Baturaja, dan daerah-daerah lain untuk memasarkan. “Saat itu aku belum punya kantor sendiri, masih numpang di tempat saudara. Selama ke daerah istilahnya sampai berdarah-darah perjuangannya. Pernah waktu ke Linggau kita pinjam mobil, terus pecah kedua ban,” ceritanya penuh semangat.

Akhirnya pada tahun 2016, Ifan mulai bernafas lega dan menuai hasil kerja keras yang telah dilakukan. Tercatat hingga saat ini, aplikasi Bayarin memiliki 700 loket atau kios pembayaran online yang ada di kota Palembang, untuk Sumsel ada 2000 kios dan lebih dari 22.000 kios tersebar di seluruh Indonesia. (hen)

LEAVE A REPLY