Penjualan Hewan Kurban Merosot Drastis

0
195
Para penjuala hewan qurban di Palembang. Khusus di Masjid Agung, pemotongan qurban akan dilakukan pada malam hari.

RADAR PALEMBANG – Jelang Hari Raya Idul Adha penjualan hewan kurban milik Gunawan Yudi mengalami penurunan berkisar 60 hingga 70 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

“Dengan adanya Covid-19, penjualan benar-benar sepi tahun ini, biasa kita kewalahan mempersiapkan pesanan hewan kurban,  tapi sampai saat ini H-1 baru beberapa sapi dan kambing yang terjual,” keluhnya saat ditemui di tempat penjualan hewan kurban miliknya di kawasan Lemabang.

Untuk tahun ini, sambungnya,  baru 3 ekor sapi yang terjual, sedangkan tahun sebelumnya terjual 30 sapi, sementara untuk penjualan kambing kurban  hanya berkisar 34 ekor dibandingkan tahun lalu mencapai 120 ekor kambing.

Di masa pandemi ini, Gunawan tidak mematok harga yang terlalu tinggi. Untuk harga jual kambing per ekor mulai dari harga Rp2 juta – Rp4,5 juta, sedangkan harga sapi mulai dari Rp15 juta per ekor. “Kemarin sempat disurvey dari Dinas Peternakan, mereka mempertanyakan kenapa penjualan hewan kurban merosot,” terangnya.

Dikatakan Gunawan, besok merupakan puncak penjualan hewan kurban. Ia berharap hewan kurban miliknya dapat terjual  lebih banyak lagi.  Hal yang sama berlaku untuk penjualan hewan kurban milik Bawok yang ada di seputaran Harapan Jaya.Pria berusia 35 tahun ini mengeluhkan penjualan hewan kurban miliknya menurun drastis.

“Biasa kalau sudah parak lebaran ramai yang beli, tapi langganan yang tiap tahun biaso beli sampai saat ini idak kelihatan,” ucapnya.

Dikatakan Bawok, penjualan kambing kurban untuk tahun ini hanya berkisar 15 ekor, jauh merosot jika dibandingkan tahun sebelumnya yang  bisa mencapai 70 ekor lebih.

Pemotongan Malam Hari

Jadwal pemotongan hewan kurban Idul Adha (10 Zulhijah) di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin  (SMB) Jayo Wikramo Palembang mengalami perubahan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Yayasan Masjid SMB Jayo Wikramo Palembang, Ahmad Sarnubi, Senin (27/7)

“Biasa pemotongan hewan kurban dilaksanakan setelah selesai salat Idul Adha, namun karena kondisi yang tidak memungkinkan, dimana kami  harus mengikuti disiplin protokol kesehatan (prokes), maka pemotongan akan dilaksanakan besoknya di waktu malam sampai menjelang subuh,” ujarnya.

Perubahan jadwal ini, sambungnya, sudah disepakati bersama dengan meminta persetujuan Pemerintah Kota Palembang. Menurutnya hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan warga yang ingin menyaksikan pemotongan hewan kurban.

“Jadi nanti hanya ada petugas kami saja. Selesai pemotongan, kemudian daging dibungkus dan dibagikan pagi atau siang hari,” terangnya.

Selain mengikuti prokes, perubahan jadwal juga disebabkan karena menurunnya jumlah hewan kurban yang diterima pengelola Masjid Agung  (SMB) Jayo Wikramo.

“Dibandingkan tahun lalu, jumlah hewan kurban mengalami penurunan. Di luar kurban Walikota dan Presiden, kami baru menerima 2 ekor kambing dari masyarakat,” jelasnya.

Pihak pengelola masjid juga tidak akan menyediakan kupon daging kurban. Pihaknya akan memanggil Ketua RT untuk mendata warga yang berhak mendapatkan daging kurban.

“Karena tidak ada kupon, kami akan langsung membagikan daging kurban ke rumah-rumah warga sesuai data yang kami terima dari Ketua RT,” tutupnya. (hen)

 

LEAVE A REPLY