Penjagaan Pintu Masuk PALI Diperketat

0
275
Suasan penjagaan di seluruh pintu masuk Kabupaten PALI yang dilakukan selama 24 jam

RADAR PALEMBANG – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tidak ingin kecolongan dan mengambil risiko dalam antisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19. Dengan mengerahkan seluruh kekuatan, Pemkab PALI melakukan berbagai upaya dalam menangkal virus yang mampu menggemparkan isi jagat ini agar tidak masuk ke Bumi Serepat Serasan.

Salah satu upayanya adalah dengan memperketat penjagaan di seluruh pintu masuk Kabupaten PALI selama 24 jam.  Seluruh petugas gabungan berjaga di pintu masuk mengawasi dan memeriksa suhu tubuh serta mengecek riwayat perjalanan atau asal warga yang hendak masuk ke PALI.

Dikemukakan Sekda PALI Syahron Nazil yang ikut memantau di salah satu gerbang masuk PALI, yakni di Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi, bahwa langkah pemantauan dan pemeriksaan warga yang hendak masuk ke PALI memang tidak seratus persen bisa mencegah masuknya virus corona.

“Namun dengan cara ini, bisa membangkitkan kesadaran masyarakat untuk lebih waspada ketika ada orang baru datang dari luar daerah terlebih daerah pandemik Covid-19 untuk segera melaporkan ke petugas satgas,” ungkap Sekda, Minggu (29/3).

Disamping memperketat pintu masuk, Sekda juga menyebut bahwa Pemkab PALI telah mengeluarkan kebijakan mempersingkat jam kerja serta menerapkan sistem shift bagi pegawai di seluruh OPD.

“Untuk mengurangi kerumunan orang, kita lakukan shift kerja. Namun Pemkab PALI tidak ada rencana merumahkan pegawai atau work in home, lantaran pelayanan di PALI sebagian besar masih manual,” tukasnya.

Sekda juga menyampaikan kabar baik bahwa PALI bakal mendapat bantuan 3 box alat Rapid test.  “Alhamdulillah kita bakal dapat 3 box Rapid test atau alat test virus corona, dimana dalam satu box ada 20 unit alat. Memang bantuan itu jauh tidak memadai, namun saat darurat seperti ini, bantuan itu sangat berarti. Pemkab juga saat ini tengah berupaya melakukan pembelian alat pengukur suhu tubuh juga menambah Rapid test. Tetapi kendalanya saat ini, alat yang berhubungan Covid-19 susah didapat,” terangnya.

Dengan kondisi saat ini, Sekda menghimbau warga PALI untuk tetap waspada tetapi jangan panik.  “Patuhilah seluruh anjuran dan ajakan pemerintah. Pelajar di rumahkan bukan berarti libur, di anjurkan kurangi kegiatan di luar rumah bukan melarang untuk mencari kehidupan, namun ini semua semata-mata untuk kebaikan bersama dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona,” tandasnya. (whr)

 

 

LEAVE A REPLY