Pengusaha Mebel OKI Andalkan Diskon dan Kredit

0
706

 

 

RADAR PALEMBANG – Menyikapi kondisi perekonomian yang layu, para pengusaha kecil menjadi lebih kreatif untuk tetap menjaga usahanya tetap lancar. Salah satunya pengusaha mebel di OKI yang menggunakan pola pemeberian diskon dan fasilitas kredit. Merayu pelanggan melaui kredit dan diskon, hal ini diuangkapkan pengusaha mebel jalan lintas timur Kayuagung OKI Muhammad Ilyas.

Menurutnya, usaha sekarang ini harus pandai menggunakan menejemen bisnis sebab, bukan hanya persaingan yang ketat namun juga perputaran perekonomian khususnya di OKI masih anjlok.

“Untuk membuat usaha kita tetap jalan dibutuhkan strategi atau menejemen bisnis yakni salah satunya dengan memberikan diskon kepada pelanggan dan kredit. Alhamdulillah secara perlahan ditengah ketidak stabilan perekonomian di OKI usaha kita tetap bertahan hingga 2 tahun ini,” terang Budi. Apalagi ditengah keterpurukan perekonomian masyarakat tentu harus pandai-pandai jika tidak ingin kolep/roboh. Usaha ini diawali dengan modal kecil kemudian membesar dan sampai seperti ini.

Berbagai mebel di sediakan disini mulai dari kursih, meja makan, lemari, hingga hiasan-hiasan yang kesemuanya berasal dari bahan jati jepara. “Kita mengambil bahan dari jepara kemudian finishing di sini,” katanya. Bukan hanya itu kita juga menyediakan sepaket isi kamar lengkap dengan
harga 25 juta rupiah. Dikatakannya, variasi harga mebel mulai dari 6 juta higgah 25 juta rupiah. Untuk para pelanggan walaupun berjalan bertahap namun selain OKI, OKU timur bahkan palembang juga ada yang mengambil barang dari kita. “Kuncinya kami menyediakan barang terbaik sehingga kepercayaan pelanggan tetap bahkan terus bertambah,” tuturnya.

Disinggung masalah kendala saat ini, memang salah satu kendala yakni penghasilan masyarakat. “Jika harga karet dan sawit stabil maka omzet laku keras namun jika itu lesuh maka usaha kitapun ikut tersendak dan terpaksa kita mengandalkan para PNS atau pergaulan,” bebernya. Begitupun dengan omzet yang didapat perbulan tidak dapat dipastikan, namun yang pasti dalam sebulan masih masuk 20 juta dan hari puncak yakni menjelang lebaran bahkan hinggga Rp200 jutaan omzet yang didapat.

Harapan kami agar perekonomian masyarakat OKI dapat stabil karena usaha ini sangat dipengaruhi oleh hal itu. “Jika karet dan sawit lesuh maka jelas usaha akan lesuh,” jelasnya. Apalagi OKI sebagian penduduknya merupakan profesi sebagai petani padi, karet, sawit. tentu jika harga hasil pertanian tersebut anjlok usaha kita juga terancam. (eml)

LEAVE A REPLY