Penghapusan Denda Pajak Kendaraan Bermotor Disambut Antusias Warga 

0
231
Kantor Samsat, Palembang (foto:mun/radar Palembang)

RADAR PALEMBANG – Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) menyambut baik arahan Gubernur Sumsel Herman Deru yang akan menghapus denda pajak kendaraan bermotor. Bahkan sampai saat ini sudah ada sebanyak 888 unit kendaraan roda dua dan roda empat yang bayar pajak di Samsat Palembang II.

Kasi Penetapan UPTB Samsat Palembang II , Arisman, SE, MM mengatakan, Pemutihan ini dalam rangka menyambut hari kemerdekaan republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus nanti dan diharapkan meringankan beban masyarakat dalam penggratisan biaya balik nama untuk motor dan mobil di tengah Pandemi wabah Covid 19. “Pemutihan ini sudah berlaku dari 1 Agustus sampai 1 September 2020, sejak dilakukannya pemutihan kemarin sudah ada 695 unit kendaraan roda dua dan 193 unit roda empat yang bayar pajak disini,” ujarnya Senin (2/08).

Menurut Arisman, syarat untuk pemutihan sama dengan syarat-syarat sebelumnya. Untuk pajak tahunan cukup membawa STNK asli dan KTP. Untuk pajak lima tahunan, membawa KTP, STNK dan fotocopy BPKB serta melakukan cek fisik kendaraan. “Untuk saat ini banyak masyarakat yang menunggak pajak motor dibawah dua tahun saja,” jelasnya.

Untuk target pajak kendaraan bermotor (PKB) di Samsat Palembang II, saat ini baru 60 persen dari target penerimaan.”Baru 60 persen dari target yang ditentukan. Atau sejauh ini baru Rp52 miliar dari target Rp92,5 miliar. Untuk biaya balik nama kendaraan baru terealisasi 38,09 persen atau Rp30,3 miliar dari target Rp79 miliar,”katanya.

Dia berharap, dengan adanya pemutihan ini dapat meringankan beban masyarakat untuk membayar pajak. Pemutihan ini dilakukan juga dalam rangka menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus nanti.”Semoga dapat meringankan beban masyarakat dan segera bayar pajak kendaraan,”katanya.

Sementara itu, Kepala Samsat UPTB Palembang III, Ir Deliar Marzoeki MM mengatakan antusias wajib pajak telah terlihat sejak pagi. “Sebelum Samsat dibuka, pagi-pagi itu sudah ramai masyarakat antri, buka jam08.30 tapi jam 08.00 sudah ramai,” ujarnya.

Ia memperkirakan, ada sekitar 300 wajib pajak yang datang dalam satu hari tersebut. Menurutnya, sejauh ini tidak ada kendala yang berarti. Bedanya tahun ini, kepadatan perlu diatur. Apalagi, pengaturan tersebut untuk menjaga protokol kesehatan dalam kegiatan tersebut.

Mengantisipasi hal itu, disiapkan dua tenda dengan kapasitas 100 tempat duduk. Ditambah kapasitas antrian dalam kantor sekitar 50 orang. Sebelum masuk diberi kartu antrian, wajib pajak harus melewati ruang sterilisasi, memakai masker dan wajib cuci tangan.

Pada dasarnya, menurut Deliar, tidak ada persyaratan khusus mengikutipemutihan kali ini. Cukup melengkapi syarat kelengkapan berkas kendaraan seperti biasanya. Jam pelayanan kantor samsat juga tidak ada perubahan. Mulai jam 8.30 – 15.00 WIB.

Untuk pelaksanaan di awal pekan ini, akui Deliar, ada beberapa wajib pajak atau WP yang masih perlu diberikan edukasi. “Ada yang belum tahu nian apa yang pemutihan, banyak wajib pajak yang bertanya terkait syarat dan mekanisme pemutihan,” ujar dia. (sep/dav)

LEAVE A REPLY