Penggelap PKO Dibekuk Polisi

0
966

 

RADAR PALEMBANG– Tiga penggelap minyak Palem Kamel Oil (PKO) milik CV  Subur Sarana Sejahtera berhasil diringkus Subdit I Kamneg pimpinan AKBP Sutrio di cucian mobil Km 12 AAL Palembang Senin (12/5). Dari tangan ketiganya, petugas mengamankan uang Rp 76 juta yang diduga hasil penjualan minyak PKO.

Ketiga pelaku yang diamankan bernama Sopian (45), Markus alias Beng (40), dan Bambang (31). Dari tangan Sofian disita uang Rp 30 juta dan uang Rp 46 juta dari tangan Bambang. Keduanya merupakan sopir CV Subur Sarana Sejahtera yang ditugaskan mengantarkan PKO ke pembeli.

Sementara Markus merupakan perantara keduanya untuk mempertemukan dengan pembeli. Pembeli minyak PKO yang diperantarai oleh Markus tidak langsung memesan minyak PKO kepada CV Subur Sarana Sejahtera dan keuntungan dari penjualan dibagi rata antara Markus, Sopian, dan Bambang.

Penangkapan terhadap ketiganya bermula dari laporan pihak CV Subur Sarana Sejahtera di SPKT Mapolda Sumsel Maret 2014 lalu. Saat itu, CV Subur Sarana Sejahtera menerima laporan pembeli terkait adanya kekurangan jumlah minyak PKO yang diterima dari CV Subur Sarana Sejahtera. Minyak PKO yang seharusnya diantar sebanyak tiga rit, namun cuma diantarkan dua rit oleh Sofian dan Bambang. Ditengarai, satu rit sisanya dijual ke pembeli yang sudah diperantarai oleh Markus.

Kasubdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Sutriyo, mengatakan ketiga pelaku diamankan saat berada di cucian mobil Km 12 AAL Palembang. Dari pemeriksaa, ketiganya sudah lebih dari satu kali menjual minyak PKO tanpa sepengetahuan CV Subur Sarana Sejahtera.

“Pasalnya, kerugian yang diderita CV Subur Sarana Sejahtera sudah mencapai Rp 362.151.000. Dalam satu kali penjualan, harganya senilai Rp 80 juta lebih,” kata Sutriyo, Selasa (12/5).

Dalam menjalankan aksinya, Sofian dan Bambang mulanya mengirimkan dua rit minyak PKO ke pembeli dari tiga rit pengantaran minyak. Untuk meyakinkan pembeli dengan CV Sumber Sarana Sejahtera, Sofian memberikan surat jalan kepada pembeli yang diduga palsu. Sementara satu rit sisanya tidak diserahkan ke pembeli, melainkan dijual ke pembeli yang lain. “Ketiganya kini sudah kita amankan. Untuk mereka, bisa dijerat pasal penggelepan,” kata Sutriyo.(can)

BAGIKAN
Berita sebelumyaSumsel Kekurangan Auditor
Berita berikutnyaAlex “Berang”

LEAVE A REPLY