Pemkot Evaluasi Penerapan BPJS

0
896

 

RADAR PALEMBANG– Banyaknya keluhan dari warga Kota Palembang akan pelayanan yang diberikan sejumlah Rumah Sakit (RS) kepada pengguna Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

Untuk itu, Dinas Kesehatan akan melakukan evaluasi terhadap afektifitas penggunaan BPJS ini. “Banyak laporan yang kami terima jika pasien pengguna BPJS tidak diterima untuk rawat inap. Maka dari itu kami akan menindaklajutinya setelah program kesehatan ini telah berjalan sekitar satu tahun,” kata Kadinkes Palembang, dr Anton Suwindro, kemarin.

Dikatakan Anton, namun tidak dapat langsung memvonis pihak rumah sakit akan lapran dari sejumlah warga tersebut. Sebab ada beberapa perhitungan yang mungkin menjadi dasar rumah sakit dalam menlayani pasien rawat inap.

“Untuk itu, akan dilakukan perbincangan kembali dahulu terhadap sejumlah managemen rumah sakit yang ada baik itu swasta maupun milik pemerintah. Sehingga dapat diketahui kendalanya,” jelasnya.

Ditambahkanya, memang saat ini beberapa rumah sakit masih kekurangan fasilitas terutama kamar untuk rawat inap sehingga terkadang pasien harus menunggu hingga waktu yang cukup lama agar dapat dirawat inap.

” Karena itu kami juga tengah memacu klinik-klinik untuk mengajukan syarat yang lengkap agar dapat setidaknya mampu menyediakan fasilitas rawat inap seperti rumah sakit minimal untuk kelas tiga,” jelasnya.

Anton menyebutkan, program BPJS tersebut merupakan rangkuman dari beberapa jaminan kesehatan sebelumnya seperti akses, jamkesmas dan lainya, jadi artinya semua warga yang mengikuti jaminan kesehatan tersebut terangkum dan melebur ke BPJS. “Saat ini kami tidak dapat melakukan apapun kepada rumah sakit ini, karena jika memang penuh nanti akan ditaruh dimana pasien tersebut,” terangnya.

Sementara itu, disinggung terkait dikeluarkanya program Kartu Indonesia Sehat Terkait dari pemerintah pusat saat ini, dirinya menambahkan, jaminan kesehatan tersebut sama saja seperti BPJS hanya saja berbeda penampilannya saja, namun lebih mengedepankan bagi masyarakat yang tidak mampu dan yang belum ter-cover oleh BPJS. “Kami berharap kedepanya program jaminan kesehatan ini dapat melebur menjadi satu sehingga masyarakat tidak dibingungkan,”pungkasnya.(tma)

LEAVE A REPLY