Pembakaran Menggunakan Gas

0
267
Sukarta, Ketua Yayasan ANXI SUmsel pose bareng dengan pengurus ANXI lainnya

 

 

 

+ Krematorium Yayasan ANXI Sumsel

 

 

sedang melakukan doa sebelum peresmian

RADAR PALEMBANG, RP – Setelah mendirikan rumah duka Nirvana yang terletak di Jalan Talang Buruk Km 7 Palembang, Yayasan ANXI Sumsel kini telah membangun krematorium yang letaknya diseputaran rumah duka Nirvana. ”pembangunanya Sudah selesai dan kemarin resmi beroperasi,”ungkap Ketua Yayasan ANXI SUmsel Sukarta, kemarin.

Menurut Sukarta, peresmian dilakukan dengan cara sederhana dan hanya mengundang interen pengurus yayasan ANXI SUmsel saja. Jadi tidak mengundang banyak orang.

Ketua Yayasan ANXi SUmsel Sukarta menandatangani prasasti

“Kita mengucapkan banyak terimakasih kepada paguyuban Tionghoa lain seperti PSMTI Sumsel, Paguyuban Guang Zhao Sumsel , Perhimpunan masyarakat Hakka Sumsel, Paguyuban Marga Yap, Yayasan Buddhakirti Palembang, Yayasan Ashoka Raja, Majelis Buddhayana Palembang dan banyak lagi lainnya yang telah memberikan ucapan selamat. Semoga krematorium ini bisa bermanfaat bagi semua,”ucapnya.

Sukarta menjelaskan kalau krematorium yang baru dibangun ini memiliki tiga alat kremasi yang pembakarannya menggunakan gas sehingga proses kremasinya berlangsung cepat. “Kira-kira dua jam hingga dua jam setengah proses kremasinya sudah selesai,”terangnya.

menandatangani prasasti

Sukarta menambahkan. kalau kedepannya hasil dari rumah duka dan krematorium ini, selain untuk biaya operasional petugas selebihnya digunakan untuk berbagai kegiatan sosial. “Diantaranya adalah bidang pendidikan dan bantuan untuk masyarakat yang mengalami musibah kebakaran, banjir dan lainnya,”ujarnya.

Sukarta juga menceritakan, tentang rumah duka Nirvana yang berdiri di atas lahan seluas setengah hektar dan kini memiliki 8 unit VIP room dibuat untuk masyarakat Tionghoa dari suku manapun yang ingin disemayamkan. “Ruang tersebut ada tempat tidur atau istirahat bagi keluarga. Jadi kalau keluarganya di luar kota, bisa menginap di sana,” jelasnya.

Selain menceritakan tentang rumah duka dan krematorium, Sukarta juga menceritakan tentang Paguyuban ANXI yang merupakan wadah silaturahmi masyarakat Hokkien yang dapat mempererat rasa kekeluargaan. “Keluarga Hokkian merupakan marga terbesar di Sumsel yang jumlahnya ratusan ribu orang dengan adanya wadah ini selain untuk bersilaturahmi juga untuk saling bertukar pikiran dalam berbagai hal,”ucapnya.

Sukarta juga menjelaskan, tentang mata pencaharian suku hokien yang dulunya merupakan petani dan peternak namun seiring dengan semakin majunya perkembangan jaman banyak suku hokien beralih profesi menjadi pengusaha diberbagai bidang seperti pengusaha hotel, kapal, pedagang manisan dan banyak lagi lainnya. (sep)

 

LEAVE A REPLY