Pelatih SSC Ikuti Bintek Kepelatihan

0
615

 

RADAR PALEMBANG – Sebanyak 37 pelatih cabang olahraga yang tergabung dalam program Satlak Sriwijaya Cemerlang (SSC) KONI Sumatera Selatan (Sumsel), mengikuti kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) kepelatihan.

Kegiatan yang diadakan oleh SSC tersebut, berlangsung selama dua hari sejak Senin-Selasa, 13-14 Oktober di ruang rapat KONI Sumsel. Hadir pada acara pembukaan, Ketua Harian KONI Sumsel Dhennie Zainal, Wakil Ketua I KONI Sumsel Aidit Aziz, Wakil Ketua IV KONI Sumsel Amir Faisal, Sekum KONI Sumsel Maryama Bustam, Ketua Harian SSC Iyakrus dan para pelatih cabor SSC. Sementara untuk narasumber, DR Dikdik Safar Sidik dari Universitas Negeri Jakarta yang juga anggota dari Satlat Pogram Indonesia Emas (Prima) dan DR Imanuddin dari UPI Bandung.

Ketua Harian KONI Sumsel Dhennie Zainal dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini tentu akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan kepelatihan di Sumsel. KONI Sumsel memiliki target pada PON Remaja Desember nanti di Surabaya dan PON tahun 2015 di Jabar.

“Kita berharap seluruh pelatih dapat memanfaatkan kegiatan tersebut. Apalagi kita akan segera mengikuti PON Remaja dan PON Jabar. Dengan adanya kegiatan ini, tentu dapat meng-update materi kepelatihan,” ujar Dhennie.

Ketua Panitia pelaksana yang juga Ketua Harian SSC KONI Sumsel Iyakrus mengungkapkan, kegiatan ini merupakan yang ke empat kalinya dilaksanakan. Untuk kegiatan ini diikuti oleh 37 pelatih cabor yang tergabung dalam program SSC KONI Sumsel.

“Sumsel telah memiliki fasilitas venue olahraga berstandar internasional, tentunya hal itu harus dimanfaatkan secara maksimal termasuk juga kemampuan dalam melatih,” ungkapnya.

Sementara itu, DR Dikdik Safar Sidik selaku narasumber kegiatan ini mengatakan, untuk materi yang akan disampaikan yakni terkait mengenai program pelatihan. Selain itu, juga disampaikan tekhnik dalam menentukan kualitas fisik terhadap atlet agar dapat berprestasi.

“Secara teknis kita yakin bahwa seluruh pelatih sudah memahami sistem kepelatihan. Hanya saja kita perlu tekankan mengenai tekhnik peningkatan fisik atlet, termasuk mengenai cara mengukur denyut nadi yang sesuai dengan fisik atlet. Kemudian kita akan menyampaikan meteri praktek dilapangan agar sesuai dengan sistem kepelatihan,” pungkasnya. (rel/ben)

LEAVE A REPLY